Komunitas KKI Gelar Fashion Show dan Bagi Masker

by
FASHION SHOW - Komunitas KKI menggelar fashion show dan pembagian masker dalam agneda kopdar pertama KKI, kemarin.

KOTA – Komunitas Pecinta Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) DPC Kota Pekalongan, menggelar rangkaian kegiatan kopdar yang sekaligus dikemas dengan fashion show dan bakti sosial pembagian masker. Kopdar kali ini, merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah sempat lama vakum.

Kegiatan kopdar dilaksanakan di RM Sego Dalem dengan dihadiri oleh anggota KKI dan Dewan Penasihat, Balgis Diab. Usai kopdar, kegiatan dilanjutkan dengan fashion show oleh anggota KKI di Pasar Grosir Setono dan dipungkasi pembagian masker kepada para pengguna jalan.

Ketua Panitia Kegiatan, Jayanti mengatakan, kegiatan kopdar kali ini memang dikemas berbeda dengan agenda sebelum-sebelumnya. “Alhamdulillah hari ini ada kegiatan lain yang kami selipkan dalam kopdar yakni bakti sosial pembagian masker. Sehingga tidak hanya berkumpul dengan sesama penghobi kain dan kebaya, tapi kegiatan kami juga bisa memberi manfaat untuk masyarakat,” tuturnya.



Melalui kegiatan itu, dia berharap KKI bisa memberikan kontribusi lain untuk masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan protokol kesehatan. “Harapan kami, perempuan di Kota Pekalongan bisa lebih berdaya dan berbudaya. Baik bagi dirinya sendiri, keluarga hingga masyarakat. Serta anggota KKI juga dapat menjadi panutan bahwa wanita Indonesia bisa berbudaya,” katanya.

Sementara Ketua KKI DPC Kota Pekalongan, Paula Wiwik Purbosiwi mengatakan bahwa kopdar kali ini merupakan yang pertama kali setelah lama vakum. “Biasanya kami juga punya kegiatan arisan tiap bulanya. Bukan hanya arisan tapi juga memberikan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia seperti memasak atau tata boga, tata busana, craft dan tata taman,” tuturnya.

Beranggotakan 78 orang, Wiwik berharap KKI Kota Pekalongan dapat semakin dirasakan kehadiranya dan disukai oleh masyarakat. Juga agar tujuan utama KKI untuk turut meningkatkan kualitas SDM wanita, terutama yang berusia produktif, dapat benar-benar terwujud.(nul)