Dua Raperda Prioritas Diusulkan

oleh -
TANDA TANGAN - Bupati Wihaji bersama Pimpinan DPRD Batang menandatangani nota persetujuan bersama penetapan Perubahan Propemperda tahun 2020.

BATANG – Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2020 dipastikan bertambah dari 9 menjadi 11 Raperda Prioritas. Hal itu mendasari adanya usulan penambahan dua Raperda, yakni Perda tentang Penambahan Penyertaan Modal kepada BUMD, dan Perda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perlindungan, Pembinaan Pasar Rakyat dan Penataan Toko Swalayan di Kabupaten Batang.

Penambahan dua Raperda itu dinilai penting, di mana dalam rangka penyesuaian penyertaan modal kepada BUMD diperlukan pembentukan Perda tentang Penambahan Penyertaan Modal kepada BUMD.

Selain itu, dalam rangka menyesuaikan kondisi serta dinamika ‘berusaha’ yang terjadi saat ini, maka diperlukan perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang perlindungan, Pembinaan, Pasar Rakyat, dan Penataan Toko Swalayan di Kabupaten Batang.

“Menindaklanjuti adanya perubahan Propemperda Tahun 2020 itu, maka Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Batang bersama dengan Eksekutif/Bagian Hukum Setda Kabupaten Batang telah melakukan rapat kerja pada 15 Oktober lalu,” ujar Ketua Bapemperda DPRD Batang, Benny Abidin.

Adapun setelah dilakukan pembahasan dan mempertimbangkan berbagai pendapat, masukan dan saran dari para anggota Bapemperda maupun Eksekutif yang hadir, lanjut Benny, maka diambil beberapa kesimpulan dalam raker tersebut.