Bangkitkan Cinta Museum Batik dengan Belajar Bersama dan Lomba

by
BELAJAR - Anak-anak muda kalangan milineal sedang belajar 'Sibori' dalam kegiatan belajar bersama, bertempat di museum setempat, Jum'at (23/10/2020).

*Tetap Taati Protokol Kesehatan

KOTA – Untuk membangkitkan kembali rasa cinta terhadap Museum Batik Pekalongan, pihak pengelola museum menyelenggarakan kegiatan belajar bersama, Jum’at (23/10/2020). Menggandeng komunitas yang ada di Kota Pekalongan, pihak pengelola Museum Batik menggelar enam kegiatan belajar bersama. Yang pertama, belajar eco print, kedua shibori, ketiga batik lukis, keempat menulis indah, kelima doodle art, dan keenam belajar fotografi.

Dalam pantauan Radar, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Museum Batik dan peringatan Hari Batik Nasional 2020 itu diminati para pelajar. Bahkan pihak panitia terpaksa menolak pelajar yang ingin mendaftar dengan alasan sudah mencukupi kapasitas 180 orang. Selain itu mengingat saat ini tengah masa pandemi Covid-19 pihak pengeloa mencegah timbulnya kerumunan massa.



“Kami buka pendaftartan selama seminggu. Karena sudah memenuhi target peserta, kami langsung tutup,” ucap Koordinator Acara, Pasat Timur Fajar Dewa kepada Radar, kemarin.

Dewa, sapaan akrabnya menjelaskan, kegiatan yang sudah dua kali dilaksanakan itu bertujuan untuk meningkatan kreativitas masyarakat Pekalongan, terutama dari kalangan anak muda millineal. Mengingat mereka adalah generasi penerus yang akan melestarikan batik-batik Pekalongan. “Sekaligus mendekatkan anak-anak muda dengan museum batik Pekalongan. Harapannya akan tumbuh rasa cinta kepada museum batik pekalongan,” ucapnya.

Dengan munculnya rasa cinta kepada museum batik Pekalongan, sambung Dewa, maka akan terbangun museum batik sebagai tempat kreatif. “Para seniman, pengrajin batik maupun kaum milineal bisa memanfaatkan Museum Batik untuk tempat belajar, bisa menjadi tempat pameran untuk diposting di media sosialnya masing-masing,” bebernya.