PIPP Pekalongan Kedepankan Layanan Tanpa Tatap Muka bagi Peserta JKN-KIS

by

Pekalongan – Dalam situasi pandemi Covid-19 pemberian pelayanan publik harus tetap berjalan terlebih lagi pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Pandemi Covid-19 tidak menganggu pelayanan informasi dan penanganan pengaduan Program JKN-KIS antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit sebagaimana disampaikan dalam pertemuan Sosialisasi Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit, Rabu (14/10), yang dihadiri oleh para petugas PIPP perwakilan rumah sakit yang berada di Wilayah Kabupaten Pekalongan.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Frederikus Hardianto Wijoyo menatakan pelayanan PIPP secara prinsip tidak berubah, akan tetapi metode pelaksanaannya saja yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Penanganan pengaduan tanpa tatap muka dikedepankan untuk saat ini, agar pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 berjalan secara efektif.

“Metode pelayanan tanpa tatap muka melalui Aplikasi Mobile JKN, Aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP), ataupun media sosial menjadi sarana yang cukup efektif selama pandemi ini,” ungkap Didik.



Didik pun mengatakan pemanfaatan sarana Aplikasi SIPP selama bulan Juli sampai dengan September Tahun 2020 cukup signifikan, hal tersebut terlihat dari jumlah entry data penanganan pengaduan yang berhasil diatasi oleh rumah sakit meningkat jika dibandingkan dengan entry data bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2020.

“Dari data 436 selama semester pertama 2020, menjadi 691 selama pertengahan semester kedua ini,” ujar Didik.

Sementara itu, petugas PIPP dari Rumah Sakit Umum Daerah Kraton Yuli Damayanti mengatakan bahwa penyesuaian atau adaptasi terhadap penyebaran Covid-19 sangat perlu dilakukan pada berbagai sektor dan aspek. Langkah-langkah adaptasi baik secara umum maupun dalam layanan yang diberikan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penanganan pengaduan pun diterapkan sistem protokol kesehatan yang tidak kalah ketatnya seperti pemeriksaan terhadap pasien.

”Pelayanan informasi dan pengaduan tetap diberikan sebagaimana mestinya seperti sebelum pandemi ini datang, hanya saja diperketat penggunaan APD, dengan tetap melaksanakan protokol kita membantu Pemerintah juga,” tukas Yuli.

Yuli pun menambahkan sarana media online yang membantu petugas PIPP cukup efektif, kontak secara langsung diminimalisir bahkan diupayakan tidak ada sehingga bisa lebih mempermudah contact tracing jika ada yang kontak dengan pasien Covid-19. (ma/ey/rls)