Sempat Memanas, Kasus Penurunan APK Berakhir Damai

by
MEDIASI - Bawaslu Kota Pekalongan memfasilitasi mediasi kasus sengketa penurunan APK milik paslon nomor urut 1 oleh relawan paslon nomor urut 2, di Kantor Bawaslu, Selasa (20/10/2020).

*Ketua Tim Paslon 2 Buat Permintaan Maaf

KOTA – Kasus sengketa pelanggaran penurunan Alat Peraga Kampanye (APK) milik paslon nomor urut 1 (Aaf-Salahudin) oleh salah satu relawan paslon nomor urut 2 (Balgis-Machrus) di Kelurahan Kandang Panjang, berakhir damai. Difasilitasi oleh Bawaslu Kota Pekalongan, mediasi yang melibatkan ketua tim masing-masing paslon yakni Ketua Tim Paslon nomor urut 1, M Bowo Leksono dan Ketua Tim Paslon nomor urut 2, Abdul Hakim Kurniawan, berhasil mencapai kesepakatan.

Ada tiga poin kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak yang kemudian dituangkan menjadi putusan penyelesaian antar peserta yang dikeluarkan oleh Panwascam Pekalongan Utara.



Ketiga poin putusan tersebut yakni memerintahkan Tim Paslon nomor urut 2 untuk memasang kembali APK milik paslon nomor urut 1 yang sudah dilepas, memerintahkan adanya permintaan maaf secara tertulis dan bermeterai yang dibuat oleh Ketua Tim Paslon nomor urut 2, dan meminta kepada Tim Kampanye paslon nomor urut 2 untuk berkoordinasi dengan tim tingkat kota terkait dengan permintaan maaf oleh calon wali kota nomor urut 2 secara live di media sosial.

“Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan mediasi yang diwakili masing-masing ketua tim paslon dari nomor urut 1 dan nomor urut 2 difasilitasi oleh Bawaslu. Berdasarkan hasil diskusi, sudah tercapai tiga poin kesepakatan yang dituangkan dalam putusan penyelesaian sengketa oleh Panwascam Pekalongan Utara,” tutur Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Sugiharto usai mediasi di Kantor Bawaslu, Selasa (20/10/2020).

Penyelesaian sengketa tersebut dikatakan Sugiharto sudah sesuai dengan Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa dalam Pilkada yakni dengan mekanisme penyelesaian sengketa acara cepat. “Dalam Perbawaslu tersebut Penyelesaian sengketa dilakukan di hari yang sama atau maksimal tiga hari setelah kejadian,” tambahnya.