Meninggal Kecelakaan, Wakil Ketua DPRD Pekalongan Dikenal Sebagai Sosok yang Kalem dan Sederhana

by
DIMAKAMKAN - Jenazah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Nunung Sugiantoro dimakamkan di TPU Desa Karanggondang, kemarin sore.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Nunung Sugiantoro meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan, Selasa (20/10/2020) pagi.

Kabupaten Pekalongan berduka. Salah satu putra terbaiknya meninggal dunia. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Nunung Sugiantoro meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan, Selasa (20/10/2020) pagi. Almarhum yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan ini mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol Sragen saat perjalanan dinas menuju ke Madiun.

Suasana duka tampak menyelimuti rumah duka di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar. Sejak pagi hingga malam hari, pelayat silih berganti berdatangan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa ke keluarganya.

Jenazah sendiri baru tiba di rumah duka, kemarin sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Ribuan pelayat tampak memenuhi rumah duka. Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah disalatkan di masjid jami di Desa Karanggondang untuk selanjutnya dimakamkan di TPU desa setempat.

Sejumlah pejabat dan tokoh politik ikut bertakziyah di rumah duka. Di antaranya Plt Bupati Pekalongan Arini Harimurti dan suami, Ketua DPRD Hindun dan seluruh keluarga besar DPRD Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi, Fadia Arafiq, Bisri Romli, dan tokoh-tokoh lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun menyatakan, almarhum merupakan sosok yang kalem, sejuk, sederhana, dan tentunya bisa memberikan pemikiran dalam mengambil kebijakan di DPRD Kabupaten Pekalongan.

Oleh karena itu, Hindun atas nama keluarga besar DPRD Kabupaten Pekalongan merasa sangat berduka dan sangat kehilangan. Sebab, Nunung meninggal dalam melaksanakan tugasnya.

“Kami tentu sangat-sangat kehilangan sekali dan mendoakan mudah-mudahan selama ini pengabdian beliau, dua periode menjadi wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan sejak 2014-2019 dan 2019 sampai sekarang menjadi amal baik, amal sholeh, diterima oleh Allah SWT dan bisa memberikan kelapangan beliau di alam kubur,” doa Hindun.

Hindun juga mendoakan keluarga almarhum, apalagi almarhum meninggalkan dua orang anak yang masih kecil.

“Beliau umurnya masih 40 tahun. Masih sangat muda sekali. Masih sangat panjang perjalanannya. Oleh karena itu mari kita doakan mudah-mudahan keluarga dan anak-anaknya diberikan ketabahan, diberikan kesabaran dan bisa menghadapi kelanjutan dari kehidupannya, dan mudah-mudahan semuanya baik-baik saja menjadi keluarga yang baik. Anak-anaknya bisa meneruskan perjuangan beliau,” katanya.

Hindun juga mendoakan semoga almarhum khusnul khotimah dan dilapangkan kuburnya, serta diberikan pahala surga.

“Orangnya kalem dan sederhana. Beliau kadang masuk ke ruangan saya dan memberikan masukan-masukan yang nanti kita rembug bersama-sama.

Dengan kekaleman beliau itu mungkin banyak pencerahan yang bisa memberikan pemecahan dari sebuah permasalahan,” ungkapnya.
Hindun mengaku tak memiliki firasat apapun. Pasalnya, sebelumnya masih bertemu dengan almarhum di DPRD.

“Beliau masih bertugas dan kita kemarin masih di kantor. Hari ini saya sangat berduka sekali. Saya dari pagi tadi di rumah duka begitu mendengarkan berita duka itu,” kata dia.



Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Pekalongan Catur Ardiansyah, menceritakan, almarhum turun ke dunia politik di Kabupaten Pekalongan pada Pileg 2014. “Saya bareng beliau terpilih. Karirnya baik. Tugas dilaksanakan dengan baik. Beliau menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan pada periode 2014-2019. Pada periode itu karirnya luar biasa, low profile,” ungkap dia.

Pada tahun 2018, lanjut dia, almarhum dipercaya Prabowo Subianto untuk menjadi ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan sampai sekarang. “Bahkan, di tempat-tempat lain pada Pemilu 2019 perolehan kursi banyak yang berkurang di Kabupaten Pekalongan dengan kepemimpinan beliau ini masih bisa bertahan,” ujar dia.

Menurutnya, almarhum tidak pernah ada masalah di internal partai maupun di DPRD. Musuh pun tidak ada.

“Di partai beliau low profile, kondusif, bisa menjalankan roda partai dengan baik. Dan di DPRD pun menjadi wakil ketua yang menjadi panutan anggota yang lain. Tidak punya permasalahan dan musuh. Dia selalu mengalah untuk kebaikan, dan dia mengalah untuk memajukan program-program yang ada di partai maupun DPRD Kabupaten Pekalongan,” katanya.

Sepeninggalnya almarhum, ia memintakan maaf apabila almarhum memiliki kesalahan. Ia juga meminta masyarakat untuk mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT.

Catur juga tak menyangka jika almarhum akan pergi di usianya yang masih muda. Almarhum meninggal dunia Karena kecelakaan saat perjalanan dinas ke Madiun.

“Kami tidak menyangka. Kemarin temu pas acara konsolidasi partai. Biasa kita bercanda kemarin dan makan tengleng bersama,” ungkap dia. (had)