Pemkot Gelar Lomba Rancang Busana dan Cipta Sarung Batik

by
MERIAH - Pemkot Pekalongan bersama Designer Mode (Desmoka) dan Dewan Kerajinan Kota Pekalongan menyelenggarakan Lomba Rancang Busana Casual Ready to Wear Adaptasi Baru dan Lomba Cipta Sarung Batik Pekalongan yang diadakan sejak September lalu. Sepuluh karya tampil pada malam grandfinal di Hotel Nirwana, Minggu malam (18/10/2020).

KOTA – Sebagai wujud penghargaan kepada perajin batik sekaligus mendorong roda perekonomian masyarakat, Pemkot Pekalongan bersama Designer Mode (Desmoka) dan Dewan Kerajinan Kota Pekalongan menyelenggarakan Lomba Rancang Busana Casual Ready to Wear Adaptasi Baru dan Lomba Cipta Sarung Batik Pekalongan yang diadakan sejak September lalu. Sepuluh karya tampil pada malam grandfinal di Hotel Nirwana, Minggu malam (18/10/2020).

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE mengatakan, Pemkot terus berikhtiar mendorong perkembangan ekonomi kreatif sebagai roda perekonomian masyarakat, salah satunya dengan menyelenggarakan Lomba Rancang Busana Casual Ready to Wear Adaptasi Baru dan Lomba Cipta Sarung Batik Pekalongan.

“Pandemi ini sangat berdampak terutama dalam sektor perekonomian, pelaku UKM Batik Kota Pekalongan mengalami kesulitan luar biasa dalam mempertahankan kelangsungan dan perkembangan usahanya,” ucapnya.



Wali Kota menyampaikan, melalui progam ini tentunya akan mampu memulihkan ekonomi serta memicu aktivitas pelaku ekonomi agar segera bangkit. “Semoga melalui lomba ini dapat lebih memperkenalkan dan mempromosikan Kota Pekalongan sebagai kota Batik Dunia,” tuturnya.

Wali Kota menyebut, pihaknya mewajibkan memakai sarung batik setiap Jumat. Hal itu berdampak signifikan terhadap usaha kerajinan batik Pekalongan. “Kami berkomitmen untuk menjadikan sarung batik dikenal hingga pasar nasional dan internasional atau global,” tuturnya.