Proses Penyiapan Lahan KIT Batang Diminta Dipercepat dengan Menggandeng Rekanan Lokal

by
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia didampingi Bupati Batang Wihaji dan jajaran pejabat PT, PP, PT KIW dan PT PN IX saat melakukan pengecekan progres pembangunan KIT Batang, Sabtu 17/10/2020.

BATANG – Konsorsium pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, diminta untuk mempercepat proses penyiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan industri. Hal itu diperlukan agar target bulan Desember mendatang lahan sudah siap bangun bisa terpenuhi.

“Proses penyiapan lahan harus dipercepat, karena jika melihat kondisi sekarang, kinerja di lapangan sudah cukup bagus, namun belum optimal,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia saat melakukan pengecekan progres atau capaian dari penyiapan lahan di KIT Batang, Sabtu (17/10/2020).

Bahlil Lahadalia menegaskan, jika melihat jumlah alat berat atau truk yang digunakan saat ini, maka bisa dikatakan masih kurang. Karena itulah, pihaknya minta agar PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku konsorsium yang melakukan penyiapan lahan untuk menambah jumlah peralatan dan juga tenaga kerjanya.

“Namun saya tegaskan disini, penambahan alat berat maupun dump truknya bisa dilakukan dengan menggandeng rekanan lokal dari Jawa Tengah pada umumnya dan Batang pada khususnya untuk menjadi sub kontraktor. Mengingat pekerjaan cut and fill ini tidak sudah, dan rekanan lokal pasti bisa mengerjakannya,” jelas Bahlil dihadapan Direksi PT PP, PTPN 9, PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma dan juga Bupati Batang.

Bahlil Lahadalia menjelaskan, pelibatan rekanan lokal tersebut sebagai komitmen dalam hal peningkatan perekonomian guna mempercepat pertumbuhan perekonomian nasional. Selain itu, juga bertujuan untuk membangun perekonomian daerah dan menjadikan Batang sebagai pusat perputaran ekonomi

“Untuk progres penyiapan lahan di KIT Batang sendiri hingga saat ini progresnya sudah bagus, namun belum optimal. Untuk itu kami datang ke KIT untuk melakukan koordinasi supaya pembangunan infrastruktur guna mempercepat peningkatan perekonomian berjalan optimal,” tandas Bahlil. (don)