Masyarakat Klidang Lor Tutup Tiga Kafe Karaoke

by
Petugas Satpol PP saat mengecek keberadaan spanduk penutupan kafe karaoke oleh masyarakat Klidang Lor Batang, Jum’at (16/10/2020). Muhammad Dhia T

BATANG – Sedikitnya tiga kafe karaoke di wilayah Klidang Lor, Kecamatan Batang mendapat penolakan keras dari warga sekitar.

Penolakan itu ditunjukkan dengan dipasang nya spanduk bertuliskan “CAFE INI SUDAH DITUTUP OLEH WARGA DESA KLIDANG LOR”.

Adapun tiga kafe karaoke yang ditutup oleh masyarakat Klidang Lor itu yakni Kafe karaoke @i, Pelangi, dan Valentine.

Tokoh masyarakat setempat, Akhmad Arwandi mengatakan, bahwa aksi masyarakat itu timbul atas aktifitas kafe karaoke yang selama ini dianggap meresahkan bagi lingkungan sekitar, terlebih di masa Pandemi Covid-19 ini yang dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru.

“Aktifitas kafe karaoke ini sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat. Banyak kemaksiatan di dalam kafe itu, dengan menyuguhkan minuman keras dan wanita berpakaian sexy,” ujar pria yang akrab dipanggil Pendi.

Disamping itu juga, lanjut Pendi, sering terjadi keributan di kafe karaoke tersebut, yang imbasnya pada lingkungan sekitar. “Keberadaan kafe karaoke itu sama sekali tidak ada manfaatnya, bahkan bagi masyarakat Klidang Lor 100 persen isinya mudarat semua,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat Klidang Lor berharap, agar kafe karaoke yang berdiri di wilayah Klidang Lor ditutup selamanya dan kedepan tidak ada lagi berdiri cafe karaoke serupa. “Kita tidak akan melarang orang untuk membuka usaha dan bisnis di wilayah Klidang Lor, kalau sepanjang itu dianggap layak dan tidak menimbulkan maksiat,” ucapnya.

Dijelaskan Pendi, sebelum ada aksi itu, masyarakat sudah pernah melaporkan ke Pemerintah Desa setempat dan Satpol PP Kabupaten Batang. Bahkan, Satpol PP sudah pernah memberikan surat teguran.

“Tapi tindakan dari Satpol PP itu tidak diindahkan malah justru diabaikan. Oleh karena itu, kami masyarakat setempat melakukan gerakan aksi yang spontanitas ini. Di mana pada intinya masyarakat ingin menutup dan mensterilkan aktifitas maksiat seperti itu di lingkungan Desa Klidang Lor,” terangnya.

Adapun setelah melakukan aksi pemasangan spanduk itu, masyarakat mendatangi Balai Desa, untuk memohon ke Kepala Desa ataupun BPD agar segera menerbitkan peraturan desa, sebagai payung hukum agar kedepan tidak muncul bangunan kafe karaoke dan aktifitas maksiat semacam itu lagi.

“Kalau kafe karaoke yang sudah kami pasangi spanduk itu masih saja abai dan memaksa untuk tetap membuka aktifitas hiburan, maka akan ada reaksi dari masyarakat. Toh, rata rata yang mendirikan kafe karaoke itu merupakan para orang pendatang, bukan orang asli Klidang Lor sendiri,” jelasnya.

Dihubungi via whatsapp, Kepala Satpol PP Kabupaten Batang, Akhmad Fatoni membenarkan jika pihaknya sudah pernah melayangkan surat teguran pertama. “Ya, pernah kami tutup dengan disertai surat teguran pertama. Kalau ada aksi masyarakat seperti itu, ya saya anggap itu lebih alami,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Klidang Lor, Widiyarso bahwa pihaknya tidak tahu menahu mengenai adanya aksi penutupan kafe karaoke oleh masyarakat itu.

Hanya saja, pihaknya sudah mendengar sejak lama akan adanya keresahan masyarakat sekitar yang timbul karena aktifitas kafe karaoke di wilayah Klidang Lor.

“Kami sering mendengar keluhan dari masyarakat terkait adanya aktifitas maksiat dan keributan yang sering kali ditimbulkan. Namun yang jelas, kafe karaoke yang ditutup oleh masyarakat itu, semuanya belum mengantongi izin resmi dari Pemkab Batang,” ujar Kades yang disapa Pak Wid.

Sabari Petugas Jaga Malam dan Kebersihan Kafe @i mengaku, bahwa dirinya tidak mengetahui perihal pemasangan spanduk itu. Ia mengaku baru melihat spanduk itu terpasang pada Jum’at (16/10/2020) pagi.

“Semalam kafe masih buka, dan saat kafe tutup pun belum ada spanduk itu. Nah, keesokan harinya (pagi, red) saya baru melihat spanduk itu,” terangnya. (fel)