Komisi B Minta Pompa Tak Berfungsi Direlokasi

by
SIDAK - Komisi B DPRD Kota Pekalongan melakukan sidak ke rumah pompa di Bandengan, belum lama ini.

KOTA – Komisi B DPRD Kota Pekalongan meminta sejumlah pompa di beberapa wilayah yang sudah tidak difungsikan karena kondisi banjir telah teratasi agar bisa direlokasi. Mengingat, masih ada sejumlah wilayah yang saat ini masih tergenang membutuhkan pompa.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Abdul Rozak saat melakukan sidak di rumah pompa Bandengan, belum lama ini.
Menurut Rozak, beberapa pompa yang ada di beberapa wilayah sudah tidak dibutuhkan karena banjir teratasi melalui keberadaan tanggul raksasa.

“Seperti di wilayah Bandengan yang kondisinya sudah kering, sementara pompa di titik itu dinilai masih bisa dimanfaatkan untuk mengatasi genangan rob di titik lain,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya merekomendasikan agar Pemkot melalui DPU PR bisa merelokasi keberadaan pompa ke tempat yang lebih membutuhkan apabila biayanya dinilai lebih murah dibanding harus mengadakan pompa baru. “Maka bisa direncanakan ulang oleh DPUPR, karena kewenangan di DPUPR. Harus dihitung sebuah harga mesin dengan pembangunan. Kalau relokasi lebih murah, maka pompa bisa direlokasi ke tempat yang membutuhkan. Itu rekomendasi Komisi B,” kata Rozak.

Sementara itu, Kepala DPU PR Kota Pekalongan Nur Priyantomo mengungkapkan, memang ada beberapa aspirasi dari masyarakat dan dewan menemukan adanya pompa yang sekarang tidak berfungsi. “Tapi tidak berfungsinya karena beberap hal. Pertama dengan adanya tanggul raksasa otomatis mengatasi banjir. Sehingga ada tiga pompa itu tidak perlu difungsikan lagi,” kata Nur Priyantomo.