Kota Santri Masuk Zona Merah

by
Setiawan Dwiantoro

**Penambahan Klaster Rumah Tangga
**CFD Ditiadakan, Pengajian Umum Diminta Ditunda

KAJEN – Kabupaten Pekalongan saat ini masuk zona merah Covid-19. Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan akan memperketat kegiatan yang bisa mendatangkan kerumunan massa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, ditemui usai rapat terbatas dengan Plt Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Kamis (15/10/2020) sore, membenarkan jika Kabupaten Pekalongan per-11 Oktober 2020 masuk zona merah Covid-19.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang perlu disikapi bersama selama Kota Santri dinyatakan masuk zona merah. “Untuk aktivitas yang berupa perkumpulan atau kegiatan-kegiatan umum harus kita batasi. Itu kebijakannya ke arah sana,” ujar dia.

Selain pembatasan kegiatan yang mengundang kerumunan, lanjut dia, Dinas Kesehatan akan melakukan screening secara masif terhadap masyarakat agar bersama-sama dan mengantisipasi dalam upaya menekan penyebaran kasus Covid di masyarakat.

Disinggung lonjakan terbanyak sehingga Kabupaten Pekalongan masuk zona merah, Wawan mengatakan, di Kabupaten Pekalongan muncul klaster baru Covid-19. Pemkab Pekalongan telah berupaya mempertahankan agar lonjakan kasus tidak terjadi, namun ternyata muncul klaster baru, yaitu klaster rumah tangga.