Features

Dua Pekan Pindah, Per Hari Layani 300 Orang

Dindukcapil


LANCAR – Meski kantor sementara dipindah ke Gedung BLK, namun pelayanan kependudukan Dindukcapil tetap lancar, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Pelayanan Disdukcapil Numpang di Gedung BLK

Sudah dua pekan ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pekalongan menumpang di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kajen. Bagaimana pelayanannya? M. Hadiyan, Kajen

Tak terganggu. Itulah pelayanan Disdukcapil pasca pindah di gedung BLK. Volume jumlah pemohon penerbitan KTP-el, Akta maupun KK, masih seperti biasa, 300 orang per hari.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Pekalongan, Bambang Supriyadi, menyatakan, kepindahan kantor sementara ini tidak menjadi kendala sama sekali dalam proses pelayanan penerbitan data kependudukan kepada masyarakat. Jumlah pemohon pun tidak berpengaruh setiap harinya, atau masih normal seperti saat pelayanan di kantor lama.

“Pelayanan tidak terganggu. Bahkan, kalau yang kartunya hilang, alamat ganti, atau status berubah, langsung kita berikan kartu tanda pengambilan untuk mengambilnya di kecamatan masing-masing,” ujar Bambang, kemarin.

Dijelaskan, tidak ada antrean panjang pelayanan penerbitan KTP-el. Sebab, ketersediaan blangko KTP-el masih melimpah, yakni sekitar 12 ribu keping. Sementara, perekaman KTP sampai hari ini sudah mencapai 699.334 orang. “Sehari kita cetak sekitar 200 sampai 300 keping,” kata dia.

Ketika ditanya alasan pelayanan dipindah ke BLK, ia menjawab bahwa Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan yang berada di kompleks Alun-alun Kajen, dalam waktu dekat ini bakal diratakan dengan tanah. Semua perabotan, alat elektronik, hingga dokumen-dokumen penting dinas sudah dipindah ke BLK.

Rp4,8M Renovasi Gedung

Untuk sementara, pelayanan administrasi kependudukan dipindah di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pekalongan, di Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen. Bambang Supriyadi menuturkan, kantor Disdukcapil lama bakal dibongkar untuk dilakukan renovasi bangunan. “Bangunan lama akan diratakan, untuk dibangun gedung baru dua lantai yang lebih megah,” ungkap Bambang.

Anggaran APBD 2018 senilai Rp 4,8 miliar telah disiapkan untuk merenovasi gedung Disdukcapil dengan luas 534 meter persegi di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Proses DED proyek tersebut sudah selesai di tahun 2017 ini.

“Sesuai jadwal, proses pembangunan dimulai Januari 2018, dan berlangsung 7 bulan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk melakukan pendampingan agar tidak terjadi kesalahan administrasi, mulai dari pengumuman lelang di Bulan Januari, penetapan pemenang lelang, pelaksanaan pembangunan, pemeriksaan hasil pekerjaan sampai penyerahan hasil pekerjaan,” terang dia.

Dia memastikan, setelah pembangunan gedung baru selesai tujuh bulan mendatang, dipastikan pelayanan di Kantor baru akan lebih nayaman. Sebab, sesuai dengan perencanaan, gedung baru yang bakal dibangun itu akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang bermain untuk anak, ruangan khusus untuk ibu menyusui, dan beberapa ruang hiburan untuk warga yang datang.

Meskipun proses pelayanan pindak ke BLK, ia menjamin, tidak ada kendala dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Masyarakat tetap seperti biasa untuk menerbitkan data kependudukan, mulai dari KTP, KK, Akta Kelahiran dan lain-lain. “Kita hanya pindah lokasi sementara. Pelayanan tetap tidak akan terganggu,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments