Swab Test Gratis Diminati, 6 Warga Diketahui Positif Covid-19

by
Warga mengikuti Swab Test gratis yang digelar oleh Dinas Kesehatan Batang. Istimewa

BATANG – Swab Test gratis yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, mulai diminati oleh masyarakat. Hal itu terlihat dari adanya peningkatan jumlah warga yang datang secara mandiri untuk mengikuti tes usap.

“Untuk jumlah warga yang mengikuti Swab tes pada Minggu pertama atau Kamis (8/10/2020) ada 46 orang, sedangkan pada Kamis ini (15/10/2020) ada 50 orang. Sedangkan untuk hasilnya sendiri bisa diketahui tiga hari setelah pelaksaan tes itu sendiri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batang, dr Mukhlasin, ketika ditemui di kantornya, Kamis (15/10/2020).

Mukhlasin menjelaskan, pihak Dinkes menggelar Swab Test gratis setiap hari Kamis mulai pukul 09.00 wib hingga 10.00 wib. Sedangkan kuotanya sendiri dibatasi maksimal 50 orang, sehingga jika pendaftar pada hari itu melebihi kuota, maka akan diikutkan pada Kamis Minggu depan.

“Untuk hasil Swab Test Minggu partama, ternyata ditemukan adanya 6 orang yang positif terpapar Covid-19, dan semuanya OTG (Orang Tanpa Gejala). Sedangkan latar belakang pekerjaan mereka sendiri beragam, dan kesemuanya saat ini sudah menjalani isolasi mandiri,” jelas Mukhlasin.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk warga yang hasil Swab Test nya positif, pihak Dinkes kemudian melakukan tracking terhadap warga lain yang memiliki kontak erat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, termasuk meminta agar instansi atau tempat orang tersebut bekerja agar melakukan tes usap terhadap karyawan lainnya, khususnya yang mempunyai kontak erat.

“Untuk mendukung program Zero Covid-19 seperti yang ditargetkan Bupati Wihaji, dan juga sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, kita akan terus menggencarkan pemeriksaan terhadap warga, khususnya dengan Swab Test. Diharapkan dengan menggencarkan Swab ini bisa mempercepat penanganan kasus Covid-19 di Indonesia,” beber Mukhlasin.

Mukhlasin menambah, untuk warga yang menjadi target prioritas Swab Test sendiri ada kriteria. Yaitu warga yang mempunyai kontak erat dengan kasus positif Covid-19, tenaga kesehatan, ibu hamil yang hari perkiraan lahir (HPL) kurang dari 14 hari dan Orang dengan penyakit tidak menular atau PTM.

“Selain itu, juga untuk pekerja yang bekerja dengan ruangan tertutup, populasi rentan dan juga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri,” tandas Mukhlasin. (don)