DPRD Usul Hotel Melati jadi Tempat Isolasi

by
RAPAT KERJA - Komisi C DPRD Kota Pekalongan menggelar rapat kerja bersama jajaran Dinas Kesehatan untuk membahas kekurangan tempat isolasi di Kota Pekalongan.

**Karena Rumah Isolasi Gedung Diklat Overload

KOTA – Komisi C DPRD Kota Pekalongan menggelar rapat kerja bersama dengan Dinas Kesehatan dan jajarannya membahas tindaklanjut terkait tempat isolasi di Kota Pekalongan yang sudah overload. Seperti diketahui, Pemkot Pekalongan menyulap Gedung Diklat di Jalan Merbabu menjadi Rumah Isolasi terpusat. Dengan kapasitas 22 tempat tidur, kini Rumah Isolasi sudah overload karena dihuni 25 orang. Sehingga dibutuhkan tempat baru untuk isolasi warga yang terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dalam raker yang digelar di Ruang Rapat Komisi C Rabu (14/10/2020), ada berbagai masukan yang disampaikan DPRD terkait potensi lokasi yang dapat digunakan untuk Rumah Isolasi yang baru. Seperti hotel melati, kos-kosan, hingga eks gedung Sri Ratu. DPRD pun siap turut membantu komunikasi dengan warga sekitar lokasi. Karena selama ini masalah tersebut menjadi kendala utama penentuan tempat isolasi.

“Kita tahu bahwa Kota Pekalongan masih kesulitan tempat isolasi. Ada beberapa potensi tempat yang tadi kami sampaikan. Mulai dari kos-kosan, itu saya yakin banyak yang bisa digunakan. Kemudian hotel melati juga bisa dimanfaatkan. Tapi selama ini kendalanya banyak masyarakat menolak. Kalau kami diajak Dinkes, kami akan bantu komunikasi. Bisalah,” tutur Ketua Komisi C, Makmur S Mustofa.

Menurutnya, masyarakat memang harus diberi informasi yang jelas jika ada warga terpapar Covid-19. Tujuanya agar mereka semakin waspada namun jangan sampai mengucilkan. Justru warga setempat harus turut membantu agar yang bersangkutan bisa menjalankan isolasi dengan baik dan segera pulih.

Sehingga dia menilai penentuan tempat isolasi harus dilakukan sesegera mungkin. Karena yang menjadi kekhawatiran adalah ketika masyarakat yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah, apakah isolasi yang dilakukan sudah sesuai ketentuan. “Bisa bener tidak isolasinya. Kalau tidak itu bisa berbahaya,” tambahnya.