Kampanye Tatap Muka Lebih Diminati

by
PENGAWASAN- Jajaran pengawas Kabupaten Kendal saat melakukan pengawasan terhadap kampanye yang dilakukan salah satu paslon yang maju di Pilkada Kendal.

KENDAL – Pelaksaan kampanye yang dilakukan tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati di Plkada Kendal 2020, mendapatkan pengawasan ketat dari jajaran pengawas. Setidaknya hingga kemarin tercatat sudah ada 266 kampanye. Namun kampanye di masa Covid-19 yang lebih didorong melalui daring faktanya hampir semua dilakukan secara tatap muka.

“Mindsite kampanye di masa covid ini daring. Namun fakta berkata lain, lebih banyak tatap muka, hampir semua pertemuan langsung dengan warga,” kata Ahmad Ghozali Kordiv Pengawasan Bawaslu Kendal, Rabu (14/10/2020).

Meskipun telah direkomendasikan untuk melakukan kampanye daring karena situasi pandemi Covid-19, dengan tujuan mengurangi kerumunan dan mengikuti protokol kesehatan. Kampanye daring tetap kurang diminati. Padahal metode kampnye yang paling disarankan di masa pandemi yaitu kampanye daring justru paling sedikit dilakukan.

“Di Kabupaten Kendal hanya ada satu paslon yang melakukan kampanye daring menggunakan aplikasi zoom room meeting dan hanya dilakukan satu kali pada awal kampanye,” ungkap Ghozali.

Ghozali menyatakan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan, bahwa Bawaslu Kendal tidak mendapati lagi pelaksanaan kampanye dengan metode daring. Dengan kata lain, kampanye dalam bentuk daring masih minim diminati oleh paslon karena beberapa kendala. Seperti kendala jaringan internet di daerah yang kurang mendukung dan keterbatasan partisipasi masyarakat.

“Pada sisi lain keterbatasan kemampuan penggunaan aplikasi pendukung kampanye yang membuat kampanye daring kurang diminati,” terangnya.
Ditambahkan, kampanye daring dapat dilakukan dengan memanfaatkan sarana laman resmi pasangan calon, menyebarkan konten di akun resmi media sosial, konferensi pertemuan virtual.

“Dan penayangan siaran langsung kegiatan kampanye,” imbuhnya. (lid)