Gara-gara Cemburu, Anak Punk Dikeroyok Temannya Hingga Tewas, Mayatnya Dibuang ke Kali

by
Sejumlah anak punk ditangkap oleh polisi. Radar Tegal

Sekelompok anak punk di Kabupaten Brebes ditangkap polisi, Rabu (14/10). Penangkapan tersebut tidak lain dari hasil pengembangan kasus penemuan mayat di Jembatan Sungai Cibuniwangi Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sekelompok anak punk nekat membunuh korban yang tak lain merupakan sesama anak punk lantaran cemburu.

Korban yang diketahui bernama Rangga Putra Dewa (19) merupakan warga Pemalang. Dia diduga dibunuh dengan cara dikeroyok oleh sekelompok anak punk dan mayatnya dibuang, hingga akhirnya ditemukan warga di Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung.

Dalam proses penangkapan yang dilakukan Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes dipimpin langsung oleh Aiptu Titok Ambat Pramono. Tim Resmob berhasil mengamankan beberapa pelaku di tempat yang berbeda.

Mulai dari Pantura Brebes, Cirebon hingga penangkapan anak punk di rumah singgah di Kota Tegal. Kala itu, salah seorang diamankan karena terjaring razia Satpol PP setempat.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto melalui Kasatreskrim Polres Brebes AKP Agus Supriyadi Siswanto dalam laporannya mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan enam pelaku yang diduga membunuh rekannya dan jenazahnya dibuang dan ditemukan di Luwunggede.

Keenam pelaku yakni, YS (26) warga Desa Barisan Kecamatan Losari Kabupaten Corebon, A (21) warga Desa Bojongnegara, Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, A (18) warga Desa Dukuhturi Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

A (19) warga Desa Gegesik Kecamatan Gegesik Kabupaten Corebon, FYP (21) warga Desa Kebondalem Kecamatan Mojokerto Kabupaten Mojokerto dan AC (19) warga Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes.

“Ada anak punk satu lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut yang sekarang masih DPO,” terangnya dalam laporan.

Dalam kasus tersebut, sejumlah barang bukti diamankan pihak kepolisian. Di antaranya dua buah gesper, satu buah hp, satu buah jaket milik korban, satu buah celana korban.

“Sedangkan modus operandinya yakni, sekelompok anak punk melakukan pemukulan terhadap orang atau korban sampai dengan meninggal,” tukasnya.

Salah seorang terduga pelaku A mengatakan, aksi dugaan pembunuhan itu berawal lantaran cemburu. Hal itu lantaran pacar temannya kerap diganggu korban dan dirinya memiliki dendam karena pernah dikeroyok oleh korban.

“Iya (korban) teman (sesama anak punk). Iya ada cewek (pacar temannya) sering diganggu dan saya juga kesel pernah dikeroyok olehnya (korban),” tukasnya. (dhe/pojoksatu/jpr)