Diduga Menyuplai Batu ke Pedemo dan Mencoba Kabur, Ambulans Ini Sempat Ditembaki Polisi

by
Sebuah ambulans yang diduga menyuplai batu untuk para pedemo diamankan polisi. Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan petugas telah melakukan penindakan terhadap sukarelawan yang diduga tenaga medis, Selasa (13/10) kemarin.

Petugas terpaksa menembakkan gas air mata untuk memberhentikan satu mobil ambulans.

Sebab, kata dia, diduga sukarelawan tersebut terlibat dengan aksi rusuh pada saat unjuk rasa Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

“Hasil keterangan awal, ada dugaan bahwa ambulans tersebut bukan untuk kesehatan, tetapi untuk mengirimkan logistik dan indikasi batu untuk para pedemo,” ungkap Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Yusri mengatakan, awalnya ada beberapa rangkaian ambulans yang diberhentikan petugas untuk dilakukan pemeriksaan di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Karena adanya kecurigaan petugas terkait adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi demonstrasi untuk melakukan kerusuhan.

Namun satu ambulans dalam rangkaian itu mencoba melarikan diri dan hampir menabrak petugas.

Sehingga petugas pun meresponsnya dengan menembakkan gas air mata ke arah ambulans tersebut.

Satu orang berinisial N loncat dari dalam ambulans dan diamankan oleh petugas.

Yusri menduga di dalam ambulans tersebut ada empat orang, termasuk N. Kemudian malam harinya, ambulans bersama tiga penumpangnya diamankan di Taman Ismail Marzuki.

“Kami temukan, karena sudah malam (isi ambulans) itu sudah kosong. Karena memang ada jeda waktu ia melarikan diri dan ditemukan di daerah Taman Ismail Marzuki, tetapi keterangan dari temannya yang loncat (N) seperti apa yang saya sampaikan tadi,” tutur Yusri.

Terkait identitas sukarelawan tenaga medis tersebut, Yusri menegaskan pihaknya masih mendalami.

Ia enggan menduga-duga apakah ambulans yang saat ini diamankan di Polda Metro Jaya tersebut ada kaitannya dengan organisasi masyarakat atau ormas tertentu.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman, termasuk apakah benar ambulans tersebut benar-benar terlibat dalam kerusuhan pada aksi demonstrasi.

“Makanya ini masih kami dalami semuanya, apakah keterangan itu memang betul atau tidak, kami akan dalami,” pungkas Yusri. (mcr3/jpnn)