Satpol PP Klaim Pelanggar Prokes Turun

by
KENA SANKSI - Salah seorang wanita pelanggar prokes dihukum untuk menayanyikan lagu garuda pancasila oleh petugas, di sekitar Alun alun Batang, Selasa (13/10/2020).

*Biasanya Jaring 50 Pelanggar, Sekarang Hanya 17

BATANG – Jumlah pelanggar protokol kesehatan (Prokes) di Kabupaten Batang menurut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat mengalami tren penurunan. Hal itu diduga karena kesadaran masyarakat yang meningkat, seiring laju kasus Covid-19 yang masih tinggi.

Kasatpol PP Kabupaten Batang, M Fathoni mengklaim bahwa tingkat kepatuhan masyarakat untuk mengenakan masker mengngkat. Hal itu terlihat dari jumlah pelanggar Prokes yang mengalami penurunan setiap kegiatan Operasi Yustisi digelar.

“Dulu sekali Operasi Yustisi, kita bisa menjaring hingga 50 pelanggar. Namun sekarang cuma 16-17 pelanggar saja,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, saat ini 70 hingga 80 persen masyarakat Kabupaten Batang sudah paham protokol kesehatan. “Meski hingga kini kami tidak menghukum pelanggar protokol kesehatan dengan keras, pun pemberian denda,” terangnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga memonitor sejumlah tempat wisata hingga tempat usaha. Adapun untuk tempat wisata, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Sedangkan tempat usaha, bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Untuk tempat usaha kami belum temukan adanya pelanggaran prokes,” klaimnya.

Kabid Trantibum, Dwi Pranggono mengatakan, pihaknya juga sempat membubarkan sejumlah acara yang melanggar protokol kesehatan. Pihaknya sempat membubarkan acara kemah dan pecinta alam tertentu. “Kami juga pernah membubarkan acara di Pantai Sigandu, Wanawisata Polowono, dan Ponpes Selamat,” tuturnya. (fel)