Sekat Pendemo, Petugas Dapatkan Pelanggar Prokes

by
SANKSI FISIK - Salah seorang warga yang kedapatan tidak memakai masker mendapatkan sanksi fisik berupa push up dalam operasi yustisi yang dilaksanakan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polres Pekalongan Kota, dan Kodim Pekalongan di Jalan Dr Sutomo, Selasa (13/10/2020) pagi.

KOTA – Satgas Covid-19 Kota Pekalongan yang terdiri dari Satpol PP bersama Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710/Pekalongan, dan Dinas Perhubungan Kota Pekalongan kembali melakukan operasi yustisi dalam rangka penegakan disiplin memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19, Selasa (13/10/2020) pagi.

Kali ini, operasi dilaksanakan di pinggir jalur pantura Kota Pekalongan, tepatnya di depan gerbang kompleks Dupan, Jalan Dr Sutomo, Pekalongan Timur. Selain operasi masker, kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka penyekatan massa yang kemungkinan akan mengikuti aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kepala Seksi Penindakan dan Pemberdayaan PPNS pada Satpol PP Kota Pekalongan, Sapto Widiaspono, menyampaikan bahwa operasi masker terus dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus melakukan penyekatan pendemo baik yang dari luar kota maupun dalam kota.

“Hari ini kami bersama dengan pihak Dupan Convention, Satlantas Polres Pekalongan Kota, Dinhub Kota Pekalongan dan Kodim Pekalongan melakukan operasi protokol kesehatan (prokes) yang dibarengkan dengan operasi penyekatan pendemo. Tadi kepolisian juga memantau ada yang ikut demo atau tidak, untuk jaga-jaga jangan sampai kejadian seperti kemaren terjadi lagi,” ungkap Sapto.

Sapto menambahkan, dalam operasi tersebut terjaring kurang lebih 10 orang yang tidak menggunakan masker. Masyarakat yang melanggar diberikan edukasi serta sejumlah sanksi baik sanksi kerja sosial, pembinaan dan sanksi fisik (push up) sesuai Perwal Nomor 48 Tahun 2020 mengenai Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Pekalongan.