Dengan Penghasilan Rp 3 Ribu/hari, Tiah Harus Merawat Cucunya yang Yatim Piatu

by
Tiah (kerudung biru) berdialog dengan Bupati Wihaji yang mengunjungi rumahnya.

BATANG – Setelah bertahun-tahun hidup dalam kekurangan, akhirnya Tiah warga Desa Surjo, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang dapat sedikit bernafas lega. Pasalnya, dia dikunjungi langsung oleh Bupati Batang, Wihaji yang juga memberikan bantuan sembako serta uang tunai.

Tiah sendiri selama ini hidup bersama cucunya, Untung Nuryoso yang yatim piatu dan baru masuk Sekolah Dasar (SD). Sedangkan penghasilannya selama ini didapatkan dari menjadi buruh pemetik teh, dengan pendapatan hanya Rp 3 ribu saja.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali bisa dikunjungi pak Bupati dan mendapat bantuan. Sebelumnya kami juga sudah mendapat bantuan rehab rumah dari warga, sehingga rumah ini jadi lebih baik,” ungkap Tiah dengan mata berkaca-kaca, ketika dikunjungi Bupati Wihaji, Selasa (13/10/2020).

Tiah mengungkapkan, cucunya sudah menjadi yatim piatu sejak ditinggal bapak dan ibunya meninggal dunia setahun lalu. Karena itulah, saat ini dia yang bertanggungjawab untuk mengurus kehidupan cucunya tersebut, meskipun penghasilannya bisa dikatakan jauh dari mencukupi.

“Rumah saya dulu hanya beratap plastik, dan berkat kebaikan warga desa, Alhamdulillah sekarang sudah berdinding batako dan beratap asbes. Ini adalah berkah bagi saya, karena berkat kebaikan warga, kini rumah yang menjadi tempat berteduh saya dengan cucu sudah jauh lebih nyaman,” jelas Tiah yang tanpa sadar meneteskan air mata.

Tiah mengaku hanya bisa berdoa agar kebaikan warga dan juga Bupati Batang mendapat balasan dari sang kuasa. “Saya sangat berterimakasih pada pak Bupati yang sudah bersedia datang ke gubuk saya ini. Semoga kebaikan dari semua pihak yang telah membantu saya dibalas oleh Gusti Allah,” lanjut Tiah sembari menenangkan sang cucu yang menangsi di dalam kamar karena sakit.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji usai mengunjungi kediaman Tiah dan memberikan bantuan ke sejumlah warga lainnya mengatakan, pihaknya mentargetkan seminggu sekali bisa mengunjungi warganya yang ada di desa-desa

“Seminggu sekali saya berusaha berkunjung ke desa-desa dalam rangka program tilik warga guna mengetahui secara langsung kondisi warga, terutama yang kurang mampu. Hak itu guna memastikan bahwa mereka di masa pandemi ini masih bisa makan,” kata Bupati Wihaji.

Bupati Wihaji menegaskan, selain untuk melihat kondisi warga dan memberikan bantuan, program tilik warga juga bertujuan untuk memastikan agar warga yang kekurangan di masa pandemi ini sudah mendapatkan bantuan.

“Selain memastikan kondisi warga, kegiatan ini juga untuk memantau agar anak-anak dari keluarga kurang mampu masih bisa mengenyam pendidikan. Jangan sampai akibat kondisi ekonomi orang tuanya, ada anak yang sampai putus sekolah. Dan jika hal itu sampai terjadi, maka Pemda harus hadir untuk memberikan jalan keluar, agar anak tersebut bisa tetap mendapat pendidikan,” beber Wihaji.

Wihaji menambahkan, dengan kehadiran dirinya dan sejumlah kepala OPD lainnya, diharapkan warga bisa merasa terayomi oleh pemerintah. Selain itu, juga untuk memberikan dukungan moril, bahwa di masa sulit seperti sekarang ini, pemerintah akan hadir untuk membantu warganya.

“Semoga dengan bantuan yang tak seberapa yang kami berikan ini, bisa membantu warga yang membutuhkan. Selain itu, dengan program tilik warga ini, juga bisa menjadi sarana bagi kami di pemerintahan daerah agar mengetahui apa yang menjadi kebutuhan warga,” tandas Wihaji. (don)