Stop Aktivitas Anak Punk di Batang!

by
RAZIA - Petugas Satpol PP Kabupaten Batang berhasil menjaring sembilan anak punk yang tengah berada di Hutan Kota Rajawali (HKR), Senin (12/10/2020) siang.

*Hasil Razia, 30 % masih Pelajar Aktif

BATANG – Perlu adanya sinergitas antar instansi dan orang tua untuk melenyapkan aktivitas anak punk di Kabupaten Batang. Pasalnya, diketahui jika 30 persen anak punk yang terjaring selama ini ternyata masih berstatus pelajar sekolah aktif.

Data mengkhawatirkan tersebut diperoleh dari hasil pendalaman atas hasil razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang. Di mana 30 persen anak punk yang terjaring razia selama ini

Hal itu diungkapkan Kasatpol PP Kabupaten Batang, M Fathoni dan didampingi Kabid Trantibum, Dwi Pranggono, usai berhasil menjaring sembilan anak punk di Hutan Kota Rajawali (HKR), Senin (12/10/2020) siang.

“Tidak hanya Satpol PP, dan Dinas Sosial saja, melainkan perlu dukungan dari Dinas Pendidikan dan orang tua itu sendiri untuk menghentikan laju pertumbuhan regenerasi anak punk di Batang,” ujar Kasatpol PP, Akhmad Fatoni.

Ia mengatakan, bahwa dengan adanya sistem (kebijakan,red) belajar mengajar melalui media online atau daring, dapat dijadikan celah (alasan,red) bagi sebagian anak punk untuk turun ke jalan.