Berubah Lagi, Draf RUU Omnibus Law Kini Jadi 1035 Halaman

by
Draf RUU Omnibus Law berubah lagijadi 1035 halaman. (Foto:istimewa/ngopibareng)

Draf final RUU Omnibus Law (RUU Cipta Kerja) yang terakhir setebal 1.035 halaman, akan dikirim kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah difinalkan dulu oleh Badan Legislasi DPR RI.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar hari ini mengatakan, draf itu belum dikirim ke Presiden. “Masih mau difinalkan dulu. Itu yang terakhir dibahas sampai kemarin,” ujar Indra kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Selain jumlah halaman yang berubah, ada penambahan pada halaman terakhir draf RUU Cipta Kerja, dengan tercantumnya nama Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin.

Sebelumnya, nama Azis Syamsuddin belum ada pada draf tersebar di dunia maya berisi 905 halaman.

Selain itu, Indra mengatakan bahwa perubahan juga terdapat pada jenis spasi dan format huruf, serta perbaikan redaksi.

“Kemarin kan draf RUU Cipta Kerja 905 halaman, spasinya belum rata semua, hurufnya segala macam, nah sekarang sudah dirapikan. Redaksinya, segala macam itu, yang disampaikan pak Aziz itu. Iya, itu yang dibahas terakhir yang surat 1035 halaman,” kata Indra.

Indra mengatakan selain itu tidak ada lagi yang berubah. Perbaikan redaksi juga hanya dilakukan pada kesalahan tipografi dan format. Adapun perubahan halaman dari 905 ke 1.035, menurut Indra, karena spasi yang terdorong-dorong.

“Iya, itu kan yang paripurna basisnya itu 905 halaman. Kan format dirapikan, kan jadinya spasi-spasinya kedorong semua halamannya. Enggak ada substansi yang berubah. Itu hanya perbaikan typo dan format,” kata Indra.

Menurut Indra, draf RUU Cipta Kerja belum dikirim ke Presiden hari ini karena belum 7 hari kerja.

Tujuh hari kerja yang dimaksud terhitung mulai Rabu, dan yang dihitung hanya hari-hari kerja Kamis, Jumat, Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat.

“Jadi yang disebut 7 hari adalah 7 hari-hari kerja. Sabtu-Minggu tidak dihitung dalam 7 hari itu. Nah, yang disebut di dalam Undang-Undang itu 7 hari kerja mulai Rabu, bukan hari ini Senin,” kata Indra. (ant/asm/ngopibareng)