Status Tanah Pusaka Belum Jelas

by
TINJAU LOKASI - Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil saat meninjau langsung tanah tak bertuan di Desa Depok dan Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

*Luas Ratusan Hektar, jadi Sengketa Puluhan Tahun
*Kementerian ATR Janji Beri Solusi Terbaik

BATANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil, menegaskan bahwa tanah tak bertuan yang luasnya mencapai ratusan hektar di Desa Depok dan Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang belum memiliki kepastian hukum.

“Untuk pemilik tanah pusaka di Desa Depok dan Desa Tegalsari, hingga saat ini belum ada kepastian hukumnya. Adapun dari berbagai keputusan pengadilan telah menunjukkan, bahwa tanah pusaka ini dikuasai oleh negara,” ungkap Sofyan A Djalil, saat datang langsung ke Batang, Sabtu (10/10/2020).



Ia mengungkapkan, tanah sengketa yang sudah berusia puluhan tahun itu merupakan lahan pertanian yang cukup subur, dan bisa mendukung produksi pangan nasional. Oleh karenanya, Kementerian ATR/BPN akan ikut menata, agar bisa mendapat kepastian hukumnya dan tanah pusaka tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Tanah pusaka ini mempunyai potensi untuk mendukung produksi pertanian, sehingga kita cari penyelesaian masalahnya yang paling baik. Dengan begitu, lahan tersebut bisa bermanfaat dan tidak menjadi sumber konflik,” jelas Sofyan.

Terkait adanya lahan yang sudah dikapling kapling, pihaknya menegaskan akan melihat proses hukumnya dan akan diselesaikan sebaik – baiknya. “Luasan tanah pusaka masih diinventarisir dengan melihat data awal dan data sekarang untuk diteliti lebih lanjut,” bebernya.