20 Remaja Kecanduan HP Sampai Rawat Inap di Rumah Sakit, Termasuk Murid Kelas 5 SD

by
ILUSTRASI: Suasana antrean di kasir Instalasi Kesehatan Jiwa RSUD Banyumas. FIJRI/RADARMAS

Sebanyak 20 remaja mengalami kecanduan gadget selama pandemi corona virus. Mereka menjalani rawat inap di Instalasi Kesehatan Jiwa Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas.

“Semua pasien yang dua puluh remaja itu sudah pulang. Bagi orang tua, bisa menjadi perhatian selama masa pandemi untuk penggunaan gadget pada anak,” jelas dr. Hilma Paramita, SpKj, Jumat (9/10) kepada Radarmas.

Pasien tersebut rata-rata menjalani perawatan intensif selama satu minggu di Instalasi Kesehatan Jiwa Terpadu RSUD Banyumas. Setiap harinya, pasien secara bertahap memperoleh terapi. Supaya dapat lepas dari adiksi gadget.

Rentang usia mayoritas pasien kecanduan gadget antara 14 sampai 18 tahun. Bahkan ada yang masih kelas lima sekolah dasar.

Dalam kurun waktu rawat inap, tidak hanya pasien yang mendapatkan penanganan. Dikatakan dr. Hilma edukasi untuk keluarga pasien juga dilakukan. Sebab, keluarga memiliki fungsi untuk mengontrol perilaku anak.

“Kuncinya pada pembatasan waktu anak ketika menggunakan gadget. Saat rawan adalah malam hari, anak menghabiskan waktu untuk game. Itu sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaan anak,” papar dr. Hilma.

Kecanduan gadget pada pasien selama wabah corona virus dipicu oleh kurangnya interaksi sosial pada anak usia sekolah. Alih-alih menggarap tugas, gadget justru menjadi pelampiasan ketika belajar di rumah. (fij/radarmas)