Rusak Mobil DPRD Jawa Tengah, 4 Mahasiswa Baru Jadi Tersangka

by
Aksi unjuk rasa di Semarang menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang akhirnya berujung ricuh. Rmoljateng

Empat mahasiswa semester I dari beberapa Universitas di Semarang, ditetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan dalam unjuk rasa menentang Undang-undang Cipta Kerja yang berlangsung ricuh di komplek gubernuran di Jalan Pahlawan pada Rabu (7/10/20).

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Didik Sulaiman mengungkapkan ke empat mahasiswa yang ditangkap masing-masing NA(18)dan ISR (18) yang merupakan mahasiswa Semester 1 jurusan Elektro Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla), IG (18 ) Mahasiswa jurusan Peternakan Universitas Diponegoro (Undip) dan MA (18) mahasiswa semester 1 jurusan Manajemen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus)

“Setelah melalui proses penyidikan dan keterangan para saksi dan barang bukti ke empat mahasiswa ini resmi kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” ungkap Kompol Didik Sulaiman di Mapolrestabes Semarang, Jum’at (9/10)20)

Mantan Kasat Reskrim Polres Klaten ini menambahkan selain menetapkan sebagai tersangka pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berupa Mobil Dinas DPRD Jateng yang pecah kacanya, pecahan lampu, serta beberapa batu besar yang digunakan .

“Keempatnya kita jerat dengan pasal 170 ayat 1, 406, 212 dan 216 KUHPdan dijerat dengan hukuman setidaknya 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Diajak Senior

Disisi lain, dari penelusuran dan investigasi yang dilansir RMOLJateng di lapangan, diperoleh fakta bahwa mereka datang ke unjuk rasa menentang Undang undang Cipta akerja lantaran diduga memenuhi undangan grup WhatsApp para senior.

Dalam penelusuran di lapangan salah satu tersangka yang ditahan yaitu MA mahasiwa semester 1 jurusan manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) diduga dan mengaku mengikuti unjuk rasa atas dasar undangan dari seniornya di kampus.

Ia mengaku saat itu ada sekira 100 lebih rekannya berada di kawasan Tri Lomba Juang sebagai titik kumpul dan kordinasi.

Hal yang sama juga diakui oleh NA dan ISR. Dua mahasiswa semester awal jurusan elektro fakultas teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan IG mahasiswa semester 1 dari Fakultas Peternakan Undip diduga dan mengaku menerima pesan lewat media sosial untuk berkumpul di satu titik.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Didik Sulaiman saat dikonfirmasi mengatakan dugaan ajakan dari para senior di kampus akan dikembangkan dalam proses penyelidikan selanjutnya.

Pihaknya saat ini masih memfokuskan pada unsur tindak pidana berupa pengrusakan yang mereka lakukan

“Kita masih fokuskan penetapan tersangka dan penahanan empat orang mahasiswa. Jika nantinya ditemukan bukti baru tentang peran senior kampus yang mengajak mahasiswa semester awal ini untuk melakukan unjuk rasa,” terang Kompol Didik, Jum’at (9/10).

Seperti diberitakan sebelumnya penyidik Polrestabes Semarang menetapkan empat mahasiswa yang berasal dari Undip, Unisula dan Udinus sebagai tersangka pengrusakan saat unjuk rasa menentang Undang-undang Cipta Kerja yang berakhir ricuh pada Rabu (7/10).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka keempatnya langsung dijebloskan ke ruang tahanan Polrestabes Semarang. (rmoljateng)