Sulit Rekrut Pengawas TPS

by
Nur Anis Kurlia

**Masyarakat Takut Rapid Test

KAJEN – Antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai pengawas TPS pada Pilkada 2020 cukup tinggi, namun akibat ada persyaratan harus menjalani rapid test banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya. Padahal, Bawaslu akan merekrut 2.163 pengawas TPS.

“Peminat sebenarnya banyak tapi karena ada salah satu persyaratan harus rapid test, mereka jadi mengurungkan niatnya,” ujar Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan Nur Anis Kurlia, Kamis (8/10/2020).

Dikatakan, rapid test harus dilakukan sebagai wujud kepatuhan terhadap protokol kesehatan. “Bawaslu kan salah satu tugasnya menegakkan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Anis.

Dikatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar menjadi pengawas TPS. Pendaftaran sendiri dilakukan dari tanggal 3 hingga 15 Oktober 2020.

Berdasarkan data hingga Kamis (7/10/2020) sore, jumlah pendaftar di beberapa kecamatan masih sedikit, bahkan masih ada yang kosong. Seperti di Kecamatan Lebakbarang, dari jumlah TPS 33 belum ada satu pun warga yang mendaftarkan diri sebagai pengawas TPS.