36.102 Calon Jemaah Umrah Antre Tunggu Pemberangkatan

oleh -
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Pekalongan, Mundakir

KOTA – Kantor Kemenag Kota Pekalongan mencatat, saat ini ada 36.102 calon jemaah umrah yang mengantre menunggu pemberangkatan. Mereka merupakan calon jemaah yang sudah mendaftarkan diri sejak 27 Februari hingga Mei 2020. Jemaah tersebut yang akan mendapatkan prioritas pemberangkatan terlebih dahulu setelah ibadah umrah kembali dibuka secara umum oleh Arab Saudi.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Pekalongan, Mundakir mengatakan, saat ini Arab Saudi sudah mulai membuka penerbangan internasional dan pelaksanaan umrah secara bertahap. “Terkait dengan umrah tahun ini sesuai dengan yang disampikan oleh Direktorat Jenderal Umroh dan Haji pusat bahwa mulai dibuka penyelenggaraannya mulai 4 Oktober 2020 secara terbatas,” terang Mundakir.

Namum pembukaan pada 4 Oktober dibatasi kuota 30% dan dikhususkan hanya untuk masyrakat Arab Saudi. Selanjutnya, pada 18 Oktober mendatang akan dibuka kuota 75% unntuk masyarakat Arab Saudi dan sekitarnya. Terakhir 1 November dibuka sebanyak 100% agar masyarakat luar Arab Saudi dapat melaksanakan ibadah umrah.

“Menurut keterangan, jemaah Indonesia bisa masuk tanggal 1 November. Tapi saat ini kami masih menunggu rilis dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi, mana saja negara yang bisa mengirim jemaahnya ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah. Jadi kita belum tahu bisa atau tidak memberangkatkan jemaah umrah,” jelas Mundakir.

Sebanyak 36.102 yang kini sudah mengantre, seharusnya berangkat bulan Februari-Mei 2020. Tetapi adanya pandemi Covid-19 pemberangkatan tertunda dan mereka harus menunggu. “Jemaah-jemaah tersebut akan diprioritaskan diberangkatkan lebih dahulu,” katanya.

Mundakir berpesan kepada para calon jemaah untuk sabar menunggu keputusan dan relaese dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. “Yang paling penting dilakukan saat ini adalah menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 di Indonesia dan di Kota Pekalongan menurun sehingga akan menjadi pertimbangan Arab Saudi untuk mengizinkan jemaah asal Indonesia bertandang ke Arab Saudi,” pungkasnya.(nul)