Belajar Terkait Pelibatan BUMD Dalam Proyek Nasional milik BUMN, Pemkab Subang Berguru ke Batang

by
Bupati Wihaji saat memberi sambutan pada penerimaan kunjungan kerja Pemkab Subang.

BATANG – Untuk mengetahui strategi dan juga kiat-kiat agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bisa memiliki saham dalam proyek strategis nasional, Pemkab Subang melakukan studi banding ke Batang.

Pada kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Subang, H. Ruhimat dan Selretaris Daerah (Sekda) itu diterima langsung oleh Bupati Batang, Wihaji beserta jajaran. “Kami sengaja datang ke sini guna belajar kiat-kiat dalam pemberdayaan BUMD, khususnya agar bisa terlibat dalam proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh BUMN,” ujar Bupati saat memberi sambutan.

Bupati Subang sangat mengapresiasi langkah Pemkab Batang dibawah kepemimpinan Bupati Wihaji, sehingga BUMD yang ada bisa masuk jajaran pemegang saham di proyek strategis nasional yang ada di daerahnya. Dengan begitu, daerah tidak hanya jadi penonton saja, namun juga terlibat aktif.

“Di Subang dan Batang ada dua proyek besar yang sangat cepat penyiapanya, kalau di sini Roro Jonggrang, maka di Subang ada Sangkuriang. Sama-sama Mega proyek, namun dikerjakan dalam waktu cepat. Namun jika disini BUMD-nya sudah terjadi kesepakatan dengan BUMN, tentunya perusahaan kawasan, namun di kita (Subang-red) belum, tapi Insyaallah bisa sama ada kerjasama. Karena itulah, kami minta masukan dan kiat-kiat dari ‘dik Wihaji’ agar bisa sama dengan Batang. Sehingga ada pemasukan bagi daerah,” beber Bupati Subang.

Selain kerjasama tersebut, Pemkab Subang juga sharing dan berdiskusi dengan sejumlah OPD yang ada di Batang. Seperti dinas perijinan, perusda dan juga pekerjaan umum. “Bapak dan ibu pimpinan OPD bisa berdiskusi secara langsung terkait sejumlah hal dengan pimpinan OPD dari Subang agar bisa sharing informasi. Dan kegiatan ini tak lain adalah demi kemajuan daerah dan peningkatan pelayanan serta untuk kemakmuran masyarakat,” tandas H Ruhimat.

Bupati Batang, Wihaji dalam sambutan sebelumnya mengatakan, bahwa pihaknya berharap adanya sharing informasi antara Pemkab Batang dan juga Subang. “Kami sangat senang bisa sharing dengan jajaran Pemkab Subang. Banyak ilmu yang bisa kita serap dari Pemkab Subang, dan apabila di Batang ada yang dianggap lebih baik, maka bisa kita bagikan,” katanya.

Bupati Wihaji menegaskan, kewajiban dari pemerintah daerah untuk memperjuangkan agar masyarakat daerah bisa terlibat dalam proyek nasional. Dengan begitu, warga lokal atau pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton saja.

“Dan Alhamdulillah untuk konsorsium pembangunan kawasan industri Pemkab Batang terlibat didalamnya. Untuk pembagian sahamnya Kawasan Industri Wijaya Kusuma 25 persen, PT Pembangunan Perumahan 35 persen, PTPN 9 25 persen dan Pemkab Batang 25 persen melalui Perumda,” beber Bupati Wihaji.

Bupati menambahkan, untuk keterlibatan BUMD dalam proyek strategis nasional, saat ini memang belum teruji. Namun setidaknya sudah ada semangat untuk memperjuangkan kepentingan daerah dalam proyek nasional yang dipegang oleh BUMN.

“Untuk strategi maupun kiat-kiat agar BUMN bisa menjalin kerjasama dengan BUMN dalam proyek nasional, dapat kita diskusi lebih lanjut. Namun pada pokoknya hal itu harus diperjuangkan demi kepentingan daerah dan masyarakat,” tandas Wihaji. (don)