BOSDa Naik, Namun Belum Sesuai Harapan Guru WB

by
Siti Masruroh

KAJEN – Aspirasi guru wiyata bhakti di Kabupaten Pekalongan yang menginginkan adanya kenaikan tunjangan kesejahteraan bakal terwujud di tahun 2021. Namun, rencana kenaikan tunjangan ini masih belum sesuai dengan harapan guru WB akibat keterbatasan keuangan daerah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, kemarin, mengatakan, rencana pada tahun anggaran 2021, biaya operasional bagi pendidik dan tenaga kependidikan non ASN ada kenaikan. Disebutkan, sebanyak 1913 orang guru WB pada tahun 2020 menerima bantuan Rp 550 ribu selama 12 bulan. “Tahun ini mengakomodir beberapa masukan dibagi klaster dengan menghargai masa kerja. Yang disetujui Bappeda, masa kerja 0-10 tahun Rp 550 ribu, totalnya ada 572 orang. Masa kerja 11-15 tahun jumlahnya ada 1254 orang diusulkan Rp 650 ribu, dan di atas 15 tahun ada 87 orang usulannya Rp 750 ribu,” terang Masruroh.

Diakuinya, usulan dari Forum Komunikasi Guru Wiyata Bhakti (FKWB) lebih dari itu. Misalnya, usulan FKWB untuk guru WB dengan masa kerja di atas 15 tahun naik menjadi Rp 1,5 juta.

“Melihat kemampuan keuangan daerah tidak nyandak. Mudah-mudahan di tahun mendatang jika APBD meningkat usulan mereka bisa terwujud,” ungkapnya.

Ditambahkan, untuk surat keterangan guru WB sudah diproses, dan menunggu distribusi. Bahkan, kata dia, di beberapa korwil sudah ada beberapa yang didistribusikan.