Aktivitas 3 Ponpes Dihentikan

by
DIHETIKAN - Jika klaster pesantren meningkat, Sekda meminta kegiatan di pesantren dihentikan sementara.

**Terkait Klaster Covid-19 yang Meningkat
**Ganjar Sebut Perlu Prokes Khusus

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal meminta aktivitas di tiga pondok pesantren (Ponpes) yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 agar dihentikan sementara. Hal itu diperlukan untuk menghambat penyebaran virus corona secara lebih luas.

Terlebih, sejauh ini jumlah santri yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Kendal nyaris mendekati angka 100 kasus. “Kegiatan para santri di pondok pesantren terpaksa kami hentikan jika kasus Covid-19 di klaster pesantren terus meningkat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha, kemarin.

Toha mengungkapkan, bahwa santri yang terpapar Covid-19 mangalami pertumbuhan. Sebelumnya santri yang terpapar hanya terjadi di dua pondok pesantren di Patean dan Patebon, namun belakangan kasusnya melebar di sebuah pesantren yang ada di wilayah atas, yakni Singorojo. Bahkan kasus terbaru di ponpes Singorojo berjumlah 30 lebih secara bersamaan.

“Kasus tersebut dimungkinkan akan bertambah setelah Dinas Kesehatan melakukan tes swab kepada seluruh santri maupun pengurusnya. kita sudah datangi semua untuk memberikan edukasi,” ungkapnya.

Dengan adanya klaster pesantren, Toha meminta kepada pengelola maupun pengasuh pesantren agar tidak memulangkan santri-santrinya yang terpapar covid 19 ke daerah masing-masing. Ia juga meminta pihak pesantren untuk melakukan isulasi madiri di pesantren kepada santri-santrinya yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Tidak dipulangkan, tapi santri yang positif Covid-19 harus menjalani isolasi dan perawatan hingga sembuh,” terangnya.