Wali Kota: Masyarakat Masih Abai

by
Wali Kota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz.

*Penerapan Protokol Kesehatan
*Kota Pekalongan Masuk Zona Merah

KOTA – Kota Pekalongan kembali masuk zona merah Covid-19 dalam peta risiko yang dirilis dalam website covid19.go.id. Status zona merah atau daerah dengan risiko tinggi, terjadi setelah dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan di Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz menyatakan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan masih rendah. Padahal menurunya, untuk turut mencegah penyebaran Covid-19 tidak perlu langkah-langkah yang besar. “Tidak perlu repot-repot, hanya tiga hal saja. Tapi kenapa masyarakat selalu abai. Hanya menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Hanya itu saja untuk menjaga diri kita sendiri,” tuturnya, Senin (28/9/2020).

Dengan realitas demikian, yakni sulitnya mengajak masyarakat untuk disiplin, maka Satgas Covid-19 terus menggiatkan penegakan Perwal 48 tahun 2020. “Oleh karena itu, dengan sulitnya masyarakat Kota Pekalongan untuk diajak disiplin kita juga sudah buat Perwal yakni akan ada sanksi untuk yang terkena razia tidak bermasker. Ini masih kita giatkan razia gabungan dengan TNI, Polri dan Satpol PP. Kalau tidak pakai masker akan kita sanksi,” tambahnya.

Selain penegekan disiplin penerapan protokol kesehatan untuk masyarakat luas, Wali Kota menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan dalam rangka mempersempit dan memperkecil risiko penyebaran Covid-19 di beberapa klaster. Diantaranya untuk klaster perkantoran dengan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) untuk OPD yang terdapat kasus Covid-19, serta memangkas jam kerja ASN. Selain itu, Satgas juga telah menutup salah satu toko di mana pemiliknya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita sudah mulai berlakukan WFH untuk beberapa OPD, dan juga sudah kita tutup sementara. Kemudian juga jam kerja kita pendekan. Kemudian ada obyek-obyek termasuk ada beberapa toko yang juga kita tutup. Ini dalam rangka mempersempit dan memperkecil risiko penyebaran Covid-19,” katanya.