Pandemi, Omset Gerabah Wonorejo Anjlog

by
MENUMPUK- Menumpuknya gerabah yang siap dijual, tersimpan digudang salah satu perajin gerabah Wonorejo akibat penurunan penjualan.

WONOPRINGGO – Pandemi Covid-19 membuat omset para pengusaha gerabah di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo anjlog. Akibatnya selain terjadi penurunan produksi, jumlah dan jangkauan distribusi gerabah juga menjadi berkurang.

Hal ini diungkapkan Santoso, salah satu pengusaha Gerabah di RT 18, RW 06 Desa Wonorejo, ketika ditemui di lokasi pembuatan gerabah, kemarin.

“Omset sendiri turun drastis, penjualan itu biasanya 500, ini paling 100. Bahkan stok gerabah siap kirim saja masih menumpuk di gudang akibat menurunya pembeli,” ungkapnya.

Dijelaskan Santoso, biasanya sekali berangkat itu bisa sampai Rp 200 ribu, tapi setelah pendemi paling hanya sampai Rp 100 ribuan, itupun itu angka yang sudah sangat besar. “Jauhlah sebelum corona. Kalau saya sendiri biasanya beli gerabah dari mentah dan kadang bikin juga di sini. Saya khusus bagian pembakaran dan penjualan,” jelasnya.

Padahal sebelum pandemi, usaha yang sudah digelutinya sejak turun temurun itu memiliki pasar yang cukup luas dengan produksi yang cukup besar juga setiap harinya.