2.210 Warga Bojongkoneng Krisis Air Bersih

by
KRISIS AIR BERSIH - Empat pedukuhan di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, mengalami krisis air bersih.

**Konsumsi Air Kurang Layak

KANDANGSERANG – Sebanyak 2.210 warga di empat pedukuhan di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan mulai mengalami krisis air bersih. Ribuan warga ini terpaksa mengkonsumsi air kurang layak dari sungai akibat debit sumur menyusut drastis.

Hal itu dibenarkan Wahyatin (60), warga Dukuh/Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Senin (21/9/2020), mengatakan, saat musim kemarau, desanya langganan kesulitan air bersih. Dikatakan, dalam dua bulan ini kekeringan sudah mulai dirasakan warga di desa itu. “Sumur saat ini sudah mulai mengering,” kata dia.

Dengan debit air sumur yang kian sedikit, lanjut dia, untuk mandi dan mencuci pakaian sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai. “Kami mandi sambil nyuci baju di Kali Keruh. Jarak sungai ke kampung sekitar setengah jam kalau jalan kaki,” kata dia.

Untuk kebutuhan air minum, warga biasanya membeli air isi ulang. Satu galon air isi ulang harganya Rp 10 ribu. Di tengah pandemi Covid-19, kata dia, kondisi perekonomian warga juga ikut terdampak. Sehingga sebagian warga terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan air bersihnya.

Kepala Desa Bojongkoneng Tumiyati, mengatakan, akibat musim kemarau warga di empat dukuh di desanya sejak dua bulan ini mengalami krisis air bersih. Disebutkan, warga yang kesulitan air bersih masing-masih di Dukuh Gamblok ada 560 jiwa (140 KK), Dukuh Bojongkoneng ada 850 jiwa (180 KK), Dukuh Karangtuang ada 350 jiwa (72 KK), dan di Dukuh Karanggondang ada 450 jiwa (103 KK).