Luncurkan Aplikasi Matching

by
DENGAR - Para peserta terlihat sedang mendengarkan materi dari pemateri.

KOTA – Setelah istiqomah menggelar kajian milenials selama 4 tahun, kini divisi religi dari komunitas wirausaha muda Pekalongan Raya “MIFA”- Milyuner Family meluncurkan inovasi dari Kajian Ayo Taarufan yang membahas tentang fiqih rumah tangga. Ilmu–ilmu seputar pernikahan baik itu persiapan, saat, sampai setelah berumah tangga dikupas pada kajian ini meluncurkan aplikasi matching.

Demikian disampaikan Founder dari kajian ayo taarufan Abdurrakhman Hadiyanto kepada Radar Pekalongan di Pusdiklat Kospin Jasa Pekalongan, Minggu (20/9/2020).

“Kajian ini sebenarnya sudah berjalan selama satu tahun, dan setelah vakum bebrapa waktu karena pandemi, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memulai kembali kajian ini,” ungkap Maman, sapaan akrabnya.

Setidaknya ada dua narasumber yang mengisi kajian pada pertemuan saat ini, yaitu KH Zimam Hanifunnusuk (Gus Nif) dan HA Afzan Arslan Djunaid. Selain itu pada kesempatan ini pula Tim Jamas Production meluncurkan aplikasi Matching dimana aplikasi ini akan mempermudah singlelillah yang sedang ikhtiar menemukan calon pasanganya. “Kalau si pendaftar ini bersyukur, kami pastikan ada yang cocok menggunakan sistem kami,” tuturnya.

Berawal dari pengalaman pribadi single selama 4 tahun dan rutin ikut forum-forum taaruf, baik yang sifatnya gratisan atau berbayar membuatnya punya banyak pengalaman tentang format-format taaruf. Bermodal pengalaman itu dan kebutuhan yang ada maka tim Jamas Productionn membuat kajian ayo taarufan ini.

“Nah inovasi terbaru kami adalah sistem matching yang kami luncurkan pada hari ini, aplikasi bisa diakses melalui portal www.ayotaarufan.com ini mampu menjadi solusi bagi para singlelilah saat ini. Apalagi melihat perkembangan generasi saat ini yang biasa beraktivitas dengan menggunakan smartphone. Maka kami berupaya untuk memudahkan para singlelillah menemukan pasanganya dengan berbasih smartphone,” imbuh Maman.

Saat ini peserta yang sudah masuk ke databased kurang lebih 500 orang. Ini mayoritas muda mudi siap nikah. Dari kondisi tersebut pihaknya optimis programnya dapat diterima masyarakat luas. Namun demikian ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi peserta untuk bisa ikut fasilitas matching nya ayotaarufan.com, salah satunya adalah harus mau mengikuti kajian rutin minimal 3x (saat ini). Hal itu adalah implementasi yang disampaikan oleh pembina yaitu Gus Nif bahwa salah satu hal yang perlu disiapkan sebelum menikah adalah kesiapan ilmunya.

“Bagaimana mau dapat ilmu jika tidak mau datang kekajian. Membina rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohman itu tidak mudah. Masing-masing harus tahu hak dan kewajibanya, belum lagi jika sudah dikarunia amanah momongan. Ini harus tahu ilmu mendidik anak yang baik dan sesuai ajaran agama seperti apa,” ujar Gus Nif. (mal)