Awas! Klaster Perkantoran Merebak

by

*Hasil Swab Massal, 11 ASN Positif

KOTA – Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan kian memprihatinkan. Penambahan kasus positif terus memperlihatkan grafik menanjak selama beberapa pekan terakhir. Per Senin (21/9/2020), berdasarkan data Pemkot Pekalongan terdapat total 113 kasus positif Covid-19 dengan 34 kasus aktif.

Rincianya, 15 pasien positif menjalani perawatan dan 19 kasus positif yang menjalani isolasi. Masih menurut sumber yang sama, dalam satu hari yakni Senin (21/9/2020) terdapat tiga pasien positif Covid-19 yang sebelumnya menjalani perawatan dinyatakan meninggal dunia.

Tak hanya dari segi jumlah kasus, jumlah klaster sumber kasus Covid-19 juga bertambah. Jika sebelumnya klaster rumah tangga mendominasi, kini klaster perkantoran mulai merebak. Dalam swab test massal yang digelar Dinas Kesehatan terhadap 125 ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan dan instansi vertikal pada Jumat (18/9/2020) melalui mobile PCR milik Pemprov Jateng, didapati 11 orang menunjukan hasil positif.

Mereka yang dinyatakan positif Covid-19, berasal dari sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Pekalongan mulai dari Badan Keuangan Daerah (BKD), Inspektorat, Bagian Umum dan BPBD. Atas perkemgangan kondisi tersebut, Kota Pekalongan berdasarkan data zonasi risiko kini juga masuk zona orange atau berkategori kerawanan sedang.

Wali Kota Pekalongan yang juga Ketua Satgas Covid-19, M Saelany Machfudz, mengaku prihatin melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan terutama mulai munculnya klaster perkantoran yang justru berada di lingkungan Pemkot Pekalongan. “Kita memang prihatin melihat kondisi yang ada. Ada teman-teman dari BKD yang sebelumnya dinyatakan positif sehingga kami lakukan sterilisasi kantornya selama tiga hari. Kemudian kami juga gelar swab test untuk ASN di beberapa OPD yang hasilnya juga ternyata banyak yang positif,” tutur Wali kota.