Gelombang Pasang Kembali Menerjang

by
GELOMBANG PASANG - Gelombang pasang air laut yang cukup tinggi melanda kawasan pesisir pantai Kota Pekalongan hingga airnya limpas ke permukiman, khususnya di kawasan Pantaisari, Pekalongan Utara, Minggu (20/9/2020) pagi.

*Pesisir Kota Pekalongan Kembali Tergenang

KOTA – Gelombang pasang air laut yang cukup tinggi kembali menerjang pesisir Kota Pekalongan, tepatnya di kawasan Pantaisari, Pekalongan Utara, Minggu (20/9/2020). Gelombang tinggi tersebut bahkan sampai melewati sabuk pantai atau tanggul penahan pantai. Air laut pun limpas dan menggenangi permukiman warga.

Relawan PMI Kota Pekalongan, Arfian Pungguh, mengatakan berdasarkan pantauan di lokasi, gelombang pasang air laut setinggi 1 hingga 2 meter menyebabkan wilayah pesisir kawasan Pantaisari terendam air laut dengan ketinggian 10 sampai 40 centimeter. Kejadian itu juga menyebabkan rumah-rumah warga di wilayah tersebut terendam. “Ada juga rumah-rumah warga yang di pinggir pantai ini ikut terendam air,” katanya, Minggu pagi.

Untuk itu, PMI mengimbau seluruh masyarakat maupun relawan untuk siap siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana ataupun hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami imbau masyarakat pesisir pantai Kota Pekalongan untuk selalu waspada mengantisipasi terjadinya bencana. Rekan-rekan relawan juga diimbau untuk selalu siap siaga,” imbuh Arfian.

Sahmad, warga Pantaisari, menuturkan bahwa gelombang tinggi terjadi sejak beberapa hari terakhir. Namun terbesar terjadi pada Sabtu (19/9/2020) dan Minggu (20/9/2020) ini. “Sampai air laut masuk ke rumah-rumah warga, masuk ke masjid juga,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut lantaran ombak laut dibarengi angin yang sangat kencang. “Akhirnya gelombang air laut bisa melewati tanggul, tinggi gelombangnya satu sampai dua meter dan menggenangi perkampungan,” katanya.

Sakhmad menambahkan, warga berharap Pemkot Pekalongan maupun Pemprov di tahun depan menganggarkan pembangunan breakwater, untuk melengkapi tanggul penahan gelombang yang sudah ada. “Kalau hanya penahan seperti ini bisa jebol. Harapan kami ada pembangunan breakwater,” imbuhnya. (way)