Siapa yang Bakal Lebih Dulu Diberi Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Luhut

by
Luhut Binsar Panjaitan

Indonesia saat ini mengikuti Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) sehingga akan memperoleh akses vaksin sebesar 20 persen dari populasi atau sebanyak 52 juta dosis.

Selain itu, Indonesia telah mengamankan 390 juta dosis vaksin dari kerja sama dengan Tiongkok. Tidak hanya dengan Tiongkok, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN juga sedang mematangkan kerja sama pengadaan vaksin dengan Korea Selatan dan Australia.

“Prioritas utama kita saat ini adalah petugas kesehatan. Ketika vaksin telah berhasil didapatkan, maka kita akan melakukan injeksi kepada seluruh petugas kesehatan di Indonesia. Jangan sampai ada lagi dokter atau perawat kita yang menjadi korban. Setelahnya, vaksin akan diberikan kepada daerah Jawa dan Bali sebagai sumber penularan Covid-19 tertinggi saat ini,” jelas Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam press conference secara virtual, Jumat (18/9).

Sampai vaksin berhasil didistribusikan, lanjut Menko Luhut, pemerintah akan terus mengendalikan penularan virus corona melalui pengetatan protokol kesehatan dengan didukung oleh BNPB, TNI AD, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo menyayangkan masih ada beberapa masyarakat di Indonesia yang percaya bahwa mereka tidak akan tertular Covid-19.

“Masyarakat harus sadar bahwa virus Covid-19 merupakan virus berbahaya, utamanya bagi orang yang rentan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bekerja dan melakukan aktifitas dari rumah. Dengan itu kita bisa menyelamatkan 85% masyarakat di Indonesia,” jelasnya.

Untuk menertibkan perilaku menggunakan masker dan jaga jarak, Polri dan TNI AD sudah mulai melakukan operasi yustisi.

Penindakan yang dilakukan baik secara teguran lisan, tulisan, kurungan, dan juga penutupan usaha. Operasi yang telah dilakukan berbentuk stasioner dan mobile.

Di mana dalam operasi stasioner, anggota gabungan Polri dan Satpol PP ditempatkan di daerah masing-masing untuk mengingatkan masyarakat agar patuh kepada protokol kesehatan yang telah dilakukan.

Telah dibentuk pula tim pemburu pelanggar Covid-19 untuk melakukan operasi secara mobile.

“Sejak tanggal 14-17 September telah dilakukan penindakan dengan sasaran sebanyak 452.869 orang serta 30.495 tempat. Hasilnya berupa teguran lisan sebanyak 379.178, teguran tertulis 56.557, dan operasi pada 63 tempat wisata. Dan telah diberikan sanksi lainnya beserta denda bagi yang melanggar,” sambung Wakapolri Gatot Eddy Pramono dalam kesempatan yang sama.

Hadir dalam konferensi pers pengendalian Covid-19, antara lain Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa, dan Wakapolri Gatot Eddy Pramono.(sta/rmol/pojoksatu)