Pandemi, Aktivitas Kampung Batik Kauman Tetap Menggeliat

by
MEMBATIK - Kegiatan membatik para perajin asal Kampung Kauman, Kelurahan Kauman, Kota Pekalongan.

Meski pasar batik saat ini didominasi produk printing, itu tak membuat Faza berpaling dari batik tulis. Dia pun menunjukkan proses membatik di tempat produksinya, yakni mulai dari proses Nyungging, yaitu membuat pola atau motif batik pada kertas, dilanjut dengan Njaplak atau memindahkan pola dari kertas ke kain.

Berikutnya melekatkan malam di kain dengan canting sesuai pola disebut dengan Nglowong, kemudian di Ngiseni dengan memberikan motif isen-isen (isian) atau variasi pada ornamen utama yang sudah dilengreng atau dilekatkan dengan malam menggunakan canting. Lantas, disambung dengan kegiatan Nyolet, yakni mewarnai bagian-bagian tertentu dengan kuas.

Sampai proses ini, lanjut kegiatan Mopok atau menutup bagian yang dicolet dengan malam, baru bisa masuk proses pewarnaan kain secara menyeluruh atau Ngelir. Untuk proses pertama meluruhkan malam dengan merendam kain di dalam air mendidih atau disebut Nglorod, dilanjut Ngrentesi yakni memberikan cecek atau titik pada klowongan (garis-garis gambar pada ornamen utama. Hingga masuk proses Nyumri, menutup kembali bagian tertentu dengan malam.

Untuk bagian akhir, lanjut Faza, meliputi proses Nyoja atau mencelupkan kain dengan warna coklat, atau sogan, hingga kembali kepada proses penutup yakni Nglorod, proses peluruhan malam kembali dengan cara merendam kain di dalam air mendidih. (ap3)