Deteksi Dini, 125 ASN Diswab Test

by
SWAB TEST - Salah satu ASN di Kota Pekalongan saat menjalani swab test di halaman Setda Kota Pekalongan, Kamis (17/9/2020).

*Kontak Erat Kasus Positif Covid-19

KOTA – Dinas Kesehatan menggelar swab test bagi 125 ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan maupun pegawai dari instansi vertikal lain, Kamis (17/9/2020) di halaman Setda Kota Pekalongan. Target swab test yakni para ASN maupun pegawai instansi vertikal yang memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19.

“Hari ini kami meminta bantuan dari Pemprov untuk menerjunkan mobile PCR guna melakukan swab test. Ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan cakupan dan target kita terhadap deteksi atau testing untuk mengetahui kasus Covid-19 di Kota Pekalongan. Yang menjadi sasaran adalah yang hasil tracingnya ada kontak erat dengan kasus positif Covid-19 baik di masyarakat atau layanan kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Slamet Budiyanto.

Sejumlah ASN dari beberapa OPD yang menjadi sasaran swab test kali ini adalah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Keuangan Daerah (BKD), Inspektorat, Puskesmas Sokorejo, Puskesmas Bendan dan juga pegawai dari BPJS Kesehatan cabang Pekalongan. “Total target kami ada 125 orang yang akan menjalani swab test hari ini,” tambahnya.

Menuruti Budi, sapaan akrabnya, hasil dari swab test tersebut bisa langsung diketahui. Sehingga pihaknya juga telah menyiapkan lokasi isolasi mandiri untuk yang dinyatakan positif dari hasil swab test. “Harapan kami tidak ada yang positif. Tapi kalau ada maka akan dilakukan isolasi mandiri di rumah isolasi yaitu Gedung Diklat. Ada 22 tempat tidur yang bisa digunakan di sana,” katanya.

Mengenai kasus Covid-19 di Kota Pekalongan, dia menjelaskan bahwa jumlah bertambah signifikan pada Rabu (16/9/2020) yakni ada penambahan delapan kasus positif dengan enam pasien yang menjalani perawatan dan dua kasus positif menjalani isolasi mandiri. Sehingga hingga Kamis (17/9/2020) total jumlah kasus Covid-19 di Kota Pekalongan mencapai 93 kasus dengan 24 kasus aktif.

Menurut Budi, peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 masih didominasi klaster rumah tangga. Yakni ketika ada satu anggota keluarga sakit dan terkonfirmasi positif Covid-19, hasi tracing dan swab test terhadap anggota keluarga lainnya juga menunjukan hasil positif.(nul)