Terkait Pelitnya Dapat Dukungan Pabrik AMP, Diduga Ada “Permainan”

by
BERKUMPUL – Rekanan Kabupaten Pekalongan saat berkumpul di Desa Sinangoh Prendeng Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/9/2020). Mereka membahas sikap pelit pabrik AMP memberikan dukungan kepada para pengusaha cilik.

KAJEN – Lelang proyek Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 ini menjadi neraka bagi mayoritas rekanan di Kabupaten Pekalongan. Betapa tidak, sejak diluncurkan 12 paket pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan pada Bidang Bina Marga dengan nilai perpaket pekerjaan Rp 200.000.000 sampai Rp 2.500.000.000, mereka kesulitan mendapatkan surat dukungan dari pabrik Asphalt Mixing Palnt (AMP) sebagai syarat dokumen untuk mengikuti lelang di ULP Kabupaten Pekalongan.

Atas kondisi tersebut, mayoritas rekanan pun mensinyalir ada permainan maupun persengkongkolan antar pabrik AMP yang ditunjuk dan dianggap sah dukungan oleh Pokja ULP.

Hal itu seperti disampaikan Direktur Asan Bodo Perwira, Triwara Yudiatmaka yang tengah berkumpul dengan rekan kontrak lain di Desa Sinangoh Prendeng Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/9/2020).

“Jujur, lelang proyek tahun ini merupakan hal terberat yang kami rasakan. Kami perusahaan kecil sudah berusaha kesana sini mencari dukungan pabrik AMP yang dianggap sah oleh Pokja ULP Kabupaten Pekalongan, tapi jawaban pabrik-pabrik AMP sama. Mereka tahun ini tidak memberikan dukungan. Atas jawaban sama itu, muncul pertanya ada apa dengan pabrik AMP. Kenapa tahun-tahun kemarin mereka dengan mudah member dukungan, tahun ini pelit,” kata Yudi yang diamini beberapa rekanan perwakilan dari asosiasi-asosiasi rekanan di Kabupaten Pekalongan.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Yudi dengan didampingi rekanan senior, H Fatahan, awalnya dirinya beranggapan kesulitan mendapat dukungan hanya dirinya. Tapi saat bertemu dengan mayoritas rekanan di Kabupaten Pekalongan, kesulitan itu juga dirasakan para kontraktor lokal.