Pandemi, Usaha Batu Bata Tetap Eksis

by
CETAK - Pengrajin batu bata di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mecetak ratusan bata setengah jadi, sebelum akhirnya dibakar.

“Biasanya pembakaran ditunggu kalau bakarnya malam hari palingan pagi sudah bisa diambil. Masih alami semuanya menggunakan tungku kayu bakar,” sambung Hendra.

Untuk harga, satu biji batu bata dijual Rp 700. “Sehari palingan saya bisa buat 500 biji, ini saya garap dari jam 6 hingga 4 sore. Kalau digabung dengan buruh yang lain di sini bisa sehari 1.000 biji batu bata dibuat tiap harinya di sini,” tegas Hendra.

Hendra sendiri sebagai buruh pengrajin batu bata biasanya dikasih upah dengan sistem borongan artinya per 1.000 biji batu bata ia diupah Rp 180.000 ribu.

Di masa pandemi ini, meski permintaan akan batu bata sebagai bahan baku bangunan menurun, namun produksi usaha batu bata tetap berjalan. Bahkan, ada 20 an usaha batu bata di Duwet, dan semuanya masih berjalan.

“Untuk pesanan sendiri masih seputar lingkungan sini mba, saperti wilayah Bojong dan sekitarnya saja,” lanjutnya. (ap3)