Desa Ngalian Siapkan BUMDes Pupuk

by
Kades Ngalian, Muhammad Said

“Istilahnya dari berapa pupuk yang kita butuhkan itu suplainya kan ngga ada. Jadi kita pihak desa ada inisiatif ke depan untuk garap di BUMDes untuk pengadaan pupuk,” paparnya.

Said pun mengeluhkan tiadanya saluran irigasi. “Di sini hanya berupa Kali buangan, itu juga jadi permasalahan petani. Kalau airnya pas datang di musim tanam padi tentu membantu petani, tapi kalau musim kemarau itu banyak petani yang garap sawahnya dengan menanam kacang hijau apabila air datang berlebih justru akan menghancurkan hasil panen mereka. Alhasil bukanya dipanen malah jadi makanan ternak nantinya. Sebenarnya kali buangan itu ngambilnya dari wilayah Podo barat,”urainya.

Selain itu hal yang yang tidak kalah penting adalah petani masih kesulitan akses pemasaran hasil panen mereka. Sehingga tak jarang mereka dijual hasil panenya dengan harga yang murah bahkan dibawah standar.

“Setiap panen itu, petani itu kadang tidak tahu harus jual ke mana. Adalah orang yang masuk, tapi itu harganya di bawah standar. Harusnya di musim kemarau kaya gini kan bisa mahal, para petani biasanya menjual sendiri per satu hektar itu 6 ireng (bahasa petani) sekitaran Rp 3,5 juta, padahal untuk biaya penggarapan dan biaya pupuk itu kadang tidak cukup,” sambungnya. (ap3)