Awas, Jangan Sampai Muncul Klaster Pilkada

by
Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria.

*Pandemi, KPU-Bawaslu Siap Awasi Ketat Kampanye

KENDAL – Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017, proses kampanye dengan tatap muka dan dialog tetap diperbolehkan di Pilkada 2020. Namun karena dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan akan dibatasi dan diawasi ketat, demi mencegah munculnya klaster Covid dai Pilkada.

“Boleh berkampanye di tengah pandemi covid-19. Tapi pasangan calon maupun partai politik harus tegak lurus menaati ketentuan dalam kampanye terbatas,” kata Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, Selasa (15/09/2020). Pihaknya sudah memanggil dan berkordinasi dengan semua partai politik dalam menentukan sikap saat proses kampanye Pilkada dimulai.



Diungkapkan, untuk kampanye tatap muka di sebuah ruang tertutup, kegiatan hanya diikuti maksimal 50 peserta dengan mematuhi protokol kesehatan. Untuk kampanye di luar ruangan, penyelenggara hanya diperbolehkan menghadirkan maksimal 100 peserta. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran covid-19 dalam proses Pilkada. “Agar semuanya tertib dan teratur, KPU bersama Bawaslu akan intensif pantau jalannya proses kampanye,” ungkap Hevy.

Dijelaskan, beberapa dasar hukum pelaksanaan kampanye Pilkada Kendal 2020 meliputi UU Nomor 1 Tahun 2015 yang telah diubah menjadi UU nomor 10 Tahun 2016, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 4 tahun 2017, PKPU nomor 6 tahun 2020 diubah menjadi PKPU nomor 10 tahun 2020, Surat Edaran (SE) KPU nomor 746 tahun 2020 serta Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, nomor 270/0711/2020, tentang Lokasi dan Ketentuan Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal 2020.

“Bakal paslon dan tim sudah kita beri penjelasan metode pelaksanaan kampanye, apabila pasangan sudah resmi ditetapkan oleh KPU dan proses kampanye dimulai,” ucapnya.