Banyak Tanah Wakaf Belum Bersertifikat

by
SOSIALISASI - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pekalongan menggelar kegiatan pembinaan nadzir dan sosialisasi sertifikat tanah wakaf di Ruang Amarta, Selasa (15/6/2020).

Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz yang berkesempatan membuka kegiatan memberikan apresiasi kepada BWI yang telah menggelar kegiatan tersebut. Menurut Wali Kota, penyertifikatan tanah wakaf merupakan hal penting agar dapat terlindungi secara hukum dan tidak terjadi sengketa di kemudian hari.

“Kepastian hukum ini akan melindungi semuanya. Dengan memiliki sertifikat, maka tanahnya legal, status hukumnya jelas dan terlindungi. Tidak banyak tanah wakaf yang sudah bersertifikat, ini bisa rawan kalau digugat oleh pihak lain,” pesan Wali Kota.

Pihaknya juga berharap kepada BWI untuk turut melakukan inventarisir tanah wakaf di Kota Pekalongan yang belum disertifikat. “Di Kota Pekalongan ada 800 lebih masjid dan musala. Belum lagi ratusan yayasan. Perlu kami ingatkan kembali sertifikat sangat penting untuk tanah wakaf sehingga tidak hilang atau diserobot pihak lainya,” tandas Wali Kota.

Dalam kegiatan tersebut dihadirkan dua narasumber yakni Dosen IAIN Pekalongan Ahmad Tubagus Surur dan juga Kasi Hubungan Hukum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekalongan, Slamet Setiadi.(nul)