Berjuang Menjaga Detak Jantung sang Anak

by
Zavier Edzard Narendra.

Pekalongan – Program JKN-KIS telah menolong jutaan penduduk dari semua kalangan. Salah satunya adalah Zavier Edzard Narendra yang berusia 8 bulan. Zavier yang merupakan anak kedua dari pasangan Harry Supriyanto dan Sucihati. Saat dilahirkan di Puskesmas Tulis, desa Simbang Batang, anak kedua pasangan muda ini awalnya tidak mengalami suatu kendala apapun.

Sampai kemudian ketika usia Zavier 1,5 bulan, ia mulai mengalami gejala sakit. Saat itu, ia pun dibawa ke Rumah Sakit QIM dan tim dokter menyatakan Zavier menderita kelainan jantung. Selama 9 hari dirawat di Rumah Sakit QIM, kondisi Zavier tidak mengalami suatu kemajuan. Akhirnya tim dokter merujuk Zavier ke Rumah Sakit Dr. Kariadi untuk menjalani echocardiografi.

“Setelah pulang beberapa hari dari rumah sakit, Zavier sakit lagi kembali kami bawa ke Rumah Sakit QIM untuk menjalani perawatan selama 10 hari. Pada saat itu dokter menyarankan untuk menjalani tindakan operasi dan akhirnya Zavier dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Untuk anak, apapun kita jalankan, saat itu langsung berangkat ke Jakarta,” ungkap Harry, Senin (27/07).

Di Rumah Sakit Harapan Kita, akhir bulan Juli ini Zavier akan menjalani operasi. Selama beberapa kali rawat inap dan perawatan di rumah sakit, Harry mengaku tidak ada biaya yang dikeluarkan. Harry yang bekerja sebagai freelance jasa dokumentasi tersebut mengaku berpenghasilan tak menentu, apalagi di tengah kondisi pandemi ini.

“Adanya JKN-KIS sangat membantu dalam pembiayaan pengobatan Zavier. Dari mulai dulu persalinan di Puskesmas Tulis sampai dengan dirawat di rumah sakit seperti ini, kami menggunakan kartu JKN-KIS tanpa ada biaya sepeser pun,” ungkap Harry.

Harry bersyukur selama pengobatan sakit anaknya, semua pihak rumah sakit melakukan pelayanan kesehatan tanpa membeda-bedakan status kepesertaan pasien dan membantu semua lapisan masyakarat.

“Untung ada Program JKN-KIS, mudah-mudahan operasi nanti lancar dan anak saya bisa sembuh dari penyakit kelainan jantungnya,” harap Harry. (ma/ey/rls)