Pertamina, Bina Mitra Sepenuh Hati

by
Kehadiran program mitra binaan Pertamina untuk UMKM memberikan banyak manfaat, tidak hanya pinjaman lunak, tapi juga pembinaan pengembangan usaha, dan diberikan kesempatan mengikuti pameran dibeberapa kota, seperti yang dinikmati Ahmad Solikin ( 41 ) pemilik usaha Batik Laba - Laba yang berlokasi di desa Gumawang, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Istimewa

Semarang – Ketika pandemi COVID-19 seperti saat ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terdampak. Agar usaha terus berjalan, UMKM jelas membutuhkan bantuan dan motivasi untuk terus berkreasi.

Kehadiran Pertamina dengan program kemitraan yang sudah berjalan sejak 1993 jelas menjadi angin segar bagi sektor ini. Program ini hadir untuk membantu dan meningkatkan kemandirian, serta pengembangan usaha para pelaku UMKM.

Program mitra binaan ini merupakan kewajiban BUMN untuk melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian BUMN pada Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/04/2020 tanggal 2 April 2020 tentang PKBL.

“Program Kemitraan Pertamina, pertama kali hadir tahun1993, hingga saat ini total mitra binaan sudah 80 ribuan UMKM lebih yang menjadi mitra binaan di wilayah Jateng – DIY. Selama periode Januari – Agustus 2020 ini, sudah 174 UMKM yang bergabung dengan program ini di wilayah Jateng-DIY, dan bantuan yang sudah tersalurkan sebesar 13 Milyar lebih. Kami optimis target alokasi bantuan sebesar 18 Milyar untuk 200 UMKM hingga akhir tahun bisa tersalurkan” kata Nur Imam Mohamad selaku Jr. Officer CSR & SMEPP disela kegiatan silaturahmi dengan mitra binaan di Semarang.

Imam menambahkan ” Bahwa program kemitraan Pertamina hadir untuk meningkatkan UMKM, agar sektor ini menjadi tangguh dan memberi multiplier effect bagi bisnis UMKM. Pertamina tidak hanya sekedar memberikan bantuan modal, tapi juga pembinaan dan pelatihan sesuai kebutuhan masing – masing UMKM. Bahkan Pertamina juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mengikuti pameran ditingkat lokal maupun nasional, kami sediakan semua fasilitasnya “, tambah Imam.

Program ini jelas memiliki beberapa keuntungan apabila dibandingkan dengan pinjaman bank, dan persyaratan tidak terlalu rumit. Pertamina hanya memberikan beberapa syarat yang harus dimiliki UMKM yang ingin menjadi mitra binaan, seperti seperti WNI, usaha minimal telah berlangsung minimal 1 tahun, usaha milik sendiri, dan tidak berbadan hukum. ” Bantuan modal yang kami salurkan minimal Rp 10 juta dan maksimal Rp 200 juta, jangka waktunya 3 tahun dengan jasa administrasi hanya 3 persen”, jelas Imam.

Mitra binaan UMKM Pertamina yang hadir pada kegiatan tersebut adalah Abdul Ghofur, pemilik galeri Duta Craftindo yang berada di Desa Branjang, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dan Indariyanto, pemilik Lilo Art dan Craft yang beralamat di Puri Anjasmo, Semarang.

Abdul Ghofur maupun Indariyanto merasakan banyak manfaat yang dinikmati sebagai mitra binaan Pertamina. Selain mendapatkan pinjaman lunak, diberikan pelatihan juga diajak pameran gratis.

Menjadi Binaan Pertamina, Batik Laba-Laba Pekalongan Seperti Ketiban Pulung

Dari sekian ratus UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina adalah Ahmad Solikin, pemilik Batik Laba – Laba yang beralamat di desa Gumawang, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Usaha batik yang menggunakan warna alam milik lelaki 41 tahun ini sudah mulai dirintis sejak tahun 2001. Memulai usaha batik dengan modal seadanya, butuh kerja keras yang luar biasa agar terus berkembang hingga saat ini.

“Tidak cukup hanya dengan kerja keras untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tapi saya juga memiliki kreatifitas dalam memasarkan batik saya. Agar batik saya bisa dikenal banyak orang, saya tidak hanya menunggu pembeli datang, tetapi juga ikut pameran di beberapa kota,” kenang Solikin.

Berkah melimpah yang dirasakan Solikin berawal dari Pameran yang digelar pada awal tahun 2019. Dari informasi yang dia dapat dari beberapa teman ketika pameran digelar saat itu, memberikan kesan bahwa bergabung menjadi mitra binaan Pertamina memiliki banyak keuntungan.

“Dari informasi yang saya dapat dari beberapa teman, akhirnya saya langsung datang ke kantor Pertamina di Semarang. Saya ingin memastikan apakah informasi tersebut benar, bertemu dengan bagian yang mengurusi mitra binaan dan mendapatkan informasi lengkap, membuat saya mantap untuk bergabung. Keluar dari kantor Pertamina, saya pulang ke Pekalongan sudah diberi beberapa lembar form isian yang harus saya lengkapi sebagai persyaratan”, terang Solikin.

“Satu bulan setelah pengajuan proposal, saya kedatangan staff Pertamina yang akan melakukan survey. Dan sebulan setelah survey saya dapat kabar kalau proposal di ACC dan bantuan modal sebesar Rp 75 juta segera cair. Saya kaget karena cepat sekali prosesnya, saya merasa seperti Ketiban Pulung“, tambah Solikin.

Sampai saat ini, Solikin efektif menjadi mitra binaan sudah selama 15 bulan, dan sudah merasakan banyak manfaatnya. Dari bantuan modal tersebut, Solikin langsung menambah jumlah varian produknya dan membeli beberapa perlengkapan display untuk tokonya. Tidak hanya bantuan modal, Solikin baru beberapa bulan menjadi menjadi mitra binaan sudah diajak ikut pameran.

“Bulan Agustus 2019, saya diajak pameran di Semarang, dan bulan Oktober pameran di Jakarta. Kami diberi fasilitas gratis stand dan penggantian uang transport. Selama pameran, saya juga bertemu dengan staff Pertamina dan mendapat perhatian yang luar biasa. Saya bisa ngobrol banyak tentang pengembangan usaha, khususnya untuk usaha batik saya. Sapaan akrab, dan penjelasan santun yang disampaikan kepada saya dari setiap pertanyaan itu, tidak akan pernah saya lupakan. Menurut saya, pelayanan yang diberikan Pertamina kepada mitra binaan itu luar biasa. Saya tidak hanya diberi pinjaman modal, tapi juga diberi pembinaan dan diajak pameran, benar – benar Pelayanan sepenuh hati,” jelas Solikin. (rls)