Mengelola Kurikulum Sekolah Kenormalan Baru

by
NARASUMBER - Kepala Seksi Kurikulum Disdikbud Kendal Muhammad Arifin narasumber Kendal PINTAR berbagi livestreaming bagaimana mengelola kurikulum sekolah di masa kenormalam baru.

KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal bersama Kendal PINTAR berbagi yang merupakan laman kerja sama dengan Tanoto Foundation melakukan livestreaming tentang bagaimana mengelola kurikulum sekolah di masa kenormalam baru.

Kepala Seksi Kurikulum Disdikbud Kendal Muhammad Arifin, sebagai narasumber mengatakan, bahwa kajian dan kebijakan yang kontekstual oleh Disdindik terus dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi di sekolah, masyarakat dan kebijakan nasional maupun daerah. Hasil survei 574 SD di Kabupaten Kendal menunjukkan bahwa 14% sekolah menerapkan model pembelajaran dalam jaringan (Daring), 79% semi Daring, dan 7% luar jaringan (luring).

“Pilihan ini didasarkan pada akses internet, kondisi geografis, dan berbagi pertimbangan lainnya,” katanya dalam dialog regular yang difaslitasi oleh guru-guru penggerak di Kendal di channel youtube Kendal PINTAR berbagi, Kamis (10/9/2020).

Dia menjelaskan, satuan pendidikan dapat memilih tiga opsi pelaksanaan kurikulum. Pertama, satuan pendidikan tetap menggunakan kurikulum nasional. Kedua, menggunakan kurikulum darurat bagi satuan pendidikan yang membutuhkan kurikulum dengan standar dan kompetensi dasar yang lebih sederhana. Selanjutnya satuan pendidikan melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

“Hasil suervei, sebagian besar sekolah menggunakan opsi kedua, yaitu menggunakan kurikulum darurat bagi satuan pendidikan yang membutuhkan kurikulum dengan standar dan kompetensi dasar yang lebih sederhana,” jelasnya.