BBPLK Ajarkan Siswa Untuk Menjadi Entrepreneu

by
BBPLK selain menggelar Fashion Show Virtual, juga mengadakan diskusi dengan para profesional dibidangnya. BBPLK tidak hanya sekedar membekali kompetensi kerja saja, tetapi juga melakukan pendampingan agar siswa bisa mandiri dan berkembang. Istimewa

Semarang – Segala sektor ekonomi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak sektor yang berdampak. Tetapi Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang memiliki terobosan untuk para siswa. Selain melatih untuk mendapatkan skill dibidangnya, mereka juga diajarkan keterampilan dalam pemasaran. Keterampilan itu antara lain dengan berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi.

Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto mengatakan, saat pandemi Covid 19 seperti, pelaku bisnis dituntut mampu beradaptasi dan berinovasi untuk bisa survive di tengah pandemi ini. BBPLK tidak hanya sekedar membekali kompetensi kerja saja, setelah siswa selesai mengikuti pelatihan masih harus dikawal untuk mandiri, bekerja dengan orang lain atau berwirausaha.



“Kami tidak hanya memberikan bekal skill dibidangnya, tapi juga mengajarkan bagaimana nantinya para siswa bisa berkreasi baik mulai dari produksi sampai pemasaran. Digelarnya Fashion Show Virtual seperti juga salah satu cara kami membantu para alumni melatih kreatifitas untuk memasarkan produknya secara online, ” kata Edy disela acara Fashion Show Virtual di Studio Fashion Teknologi BBPLK Semarang, Kamis ( 10/9).

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng Santoso mengatakan, industri fashion sebelum pandemi sangat bagus karena sumber daya lokalnya bagus. Tetapi saat pandemi ini kami harus mendorong pelaku usaha untuk penjualan secara online karena menghindari kontak fisik.

‘Kondisi saat ini jelas berbeda dengan sebelumnya, dalam kondisi normal semua kegiatan yang digelar, seperti pameran, bertemu dengan industri-industri besar, dan membuka peluang pasar di luar negeri. Namun saat pandemi ini, aktifitas pemasaran hanya bisa dilakukan secara online, kalau menunggu konsumen datang, akan sulit,” tandas Santoso di Semarang. (nan)