Kentalnya Aroma Lokal dalam OLBRC 2020

by
FOTO BERSAMA - Panitia dan juri OLBRC 2020 berfoto bersama usai kegiatan sehari penuh dengan berbagai agenda dalam event yang digelar untuk pertama kalinya tersebut.

KOTA – Kuatnya aroma lokal begitu terasa dalam event Oasis Local Brewer Competition atau OLBRC tahun 2020. Event dengan beragam agenda tersebut, memang membawa misi utama untuk mengangkat barista dan kopi-kopi lokal Pekalongan agar dapat turut terangkat ditengah berkembang dan boomingnya dunia perkopian nasional.

Ada tiga agenda yang dilaksanakan dalam satu hari gelaran OLBRC, Minggu (6/9/2020) lalu di Oasis Coffee Pekalongan. Kompetisi menyeduh dengan metode V60, menjadi event utama yang didukung dua agenda lain yaitu talkshow tentang kopi dan bazar kopi yang lagi-lagi dikhususkan untuk kopi lokal.

“Di Pekalongan, dunia kopi ternyata juga tak kalah dengan kota lainnya. Perkembangan kedai kopi dan antusiasme masyarakat kepada kopi cukup tinggi. Ini yang membuat kami menginisiasi kegiatan OLBRC untuk turut mengangkat kopi lokal dari sisi sumber daya manusia dan terutama kopinya,” tutur Founder Oasis Coffee yang juga inisiator OLBRC, Heru Hartono.

Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi arus keluar masuk antar kota, juga memantapkan dirinya yang dibantu para pelaku dunia kopi lainnya untuk mengkhususkan event tersebut dengan tema lokal. Kompetisi menyeduh metode V60 yang menjadi agenda utama, dikhususkan untuk peserta dari Pekalongan. Juga kopi yang digunakan dalam kompetisi, seluruhnya mengandalkan kopi lokal yakni jenis arabika dari origin Petungkriyono.

Kompetisi menyeduh V60, diikuti oleh 18 peserta dari Pekalongan. Mereka terlebih dulu mengikuti babak penyisihan dan dengan sistem tunjuk, peserta terpilih kemudian maju ke babak semi final dan final. Dalam babak final, sistem kompetisi dilakukan dengan metode open service. Mereka juga dinilai oleh juri-juri lokal, diluar dua juri yang khusus didatangkan sekaligus untuk berbagi pengalaman yakni dari Semarang dan dari Limpung, Kabupaten Batang.