Gugas Covid-19 Gelar Operasi Masker

by
SANKSI - Salah satu warga yang didapati tidak menggunakan masker dikenai sanksi menyapu jalan.

*58 Warga Tak Bermasker Diberi Sanksi

KOTA – Tim gugus tugas Covid-19 Kota Pekalongan, menggelar operasi penegakan penerapan protokol kesehatan di Kawasan Mataram, Rabu (9/8/2020). Operasi yang dilakukan tim gabungan tersebut, menyasar masyarakat yang tidak menggunakan masker. Dalam kegiatan operasi, ditemukan 58 warga yang tidak menggunakan masker. Mereka diberikan sanksi kerja sosial berupa menyapu jalan dan olahraga ringan berupa push up.

Kasatpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso mengungkapkan bahwa operasi patroli penegakkan Perwal yang dilaksanakan ini akan terus dilakukan guna mensosialisasi Perwal Nomor 48 Tahun 2020 sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah seperti wajib memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak aman (physical distancing), dan menghindari kerumunan massa.

“Jadi mulai hari ini kami tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mulai hari ini dan seterusnya melaksanakan operasi razia atau patroli penegakkan hukum atas kedisiplinan masyarakat yang masih tidak mengindahkan pentingnya protokol kesehatan sesuai Perwal Nomor 48 Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan,” terang SBS, sapaan akrabnya.

Menurut SBS, Kawasan Mataram dijadikan sasaran lokasi pertama untuk menjadi Kawasan Tertib Bermasker dan Protokol Kesehatan lainnya untuk menggugah kesadaran masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. SBS menegaskan jajaran Tim Gugus Tugas akan terus menggelar operasi razia serupa dengan memberikan beragam sanksi yang telah ditetapkan sesuai perwal tersebut mulai dari kerja sosial, olahraga ringan, sanksi edukatif hingga sanksi administratif denda dan penutupan usaha bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Pekalongan.

“Operasi razia yang digelar ini lingkupnya masih patroli kecil yang melibatkan sekitar 20 personel, sementara untuk patroli besar akan rutin kami gelar nantinya ke sejumlah lokasi keramaian di Kota Pekalongan, seminggu bisa lima hingga enam kali. Hal ini semata-semata supaya masyarakat Kota bisa semakin sadar dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegas SBS.(way)